Jubir Vaksinasi Kemenkes Sebut Vaksin Covid-19 Tak Melindungi dari Virus, Tapi Ciptakan Kekebalan

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes sebut vaksin tak melindungi dari Covid-19, namun menciptakan kekebalan


zoom-inlihat foto
kompascomdian-erikasnh.jpg
KOMPAS.com/Dian Erika
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Nadia Tarmizi  sebut vaksin Covid-19 atau virus corona memang tidak melindungi diri dari penularan.

Namun Nadia Tirmizi mengatakan, vaksin tersebut berfungsi menciptakan kekebalan.

Jadi tubuh tidak menjadi sakit akibat Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Nadia Tirmisi pada Minggu (7/3/2021), seperi dikutip dari Kompas.com.

"Kedua (dosis) vaksin akan melindungi kita dari menjadi sakit Covid-19, tetapi tidak melindungi dari penularan," ujar Nadia.

Nadia Tirmizi juga menyampaikan, semua orang bisa tertular Covid-19 meski sudah divaksin.

Ilustrasi Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (MICHAEL DANTAS / AFP)

Jika mereka yang sudah divaksin tidak mematuhi protokol kesehatan.

Juru bicara vaksinansi Kemenkes ini juga mengatakan, antibodi tidak langsung terbentuk setelah menerima dua dosis vaksin.

Supaya tubuh memperoleh antibodi kekebalan yang optimal dari vaksin yang telah diterima membutuhkan waktu 28 hari.

"Antibodi optimal 28 hari setelah penyuntikan kedua," papar Nadia.

Vaksin Covid-19 Saat Ini Tak Bisa Tangani Virus Corona Varian B.1.1.7? Ini Penjelasan Para Ahli

Benarkah vaksin Covid-19 saat ini tak bisa tangani virus Corona varian B.1.1.7 yang muncul di Indonesia?

Simak penjelasan para ahli berikut ini.

Terkait generasi vaksin saat ini, para ahli optimistis sebagian besar akan efektif melawan varian virus Corona yang muncul.

Baca: Pulihkan Tubuh Setelah Vaksin Covid-19 dengan Makanan Ini

Baca: Vaksin Covid-19 Saat Ini Tak Bisa Tangani Virus Corona Varian B.1.1.7? Ini Penjelasan Para Ahli

Vaksin Covid-19 bekerja melawan salah satu mutasi utama yang ada di beberapa varian.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh pihak Pfizer dan BioNTech, seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun ada beberapa data yang menampilkan varian dengan mutasi tertentu.

Terutama yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan, mungkin lebih resisten terhadap vaksin.

Para ahli mengatakan vaksin saat ini menghasilkan tingkat antibodi yang sangat tinggi, meskipun data tersebut mengkhawatirkan.

Para ahli juga menambahkan, kemungkinan besar setidaknya itu mencegah penyakit serius pada orang yang diimunisasi dan terinfeksi.

Pejabat kesehatan Norwegia tidak mengungkapkan keprihatinan tetapi menyesuaikan pedoman mereka untuk vaksin tersebut.
Pejabat kesehatan Norwegia tidak mengungkapkan keprihatinan tetapi menyesuaikan pedoman mereka untuk vaksin tersebut. (AFP VIA GETTY IMAGES)




Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved