Terkuak, Pangkalan Udara Irak Sempat Dibombardir 13 Roket Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

Kendati sempat diserang, kala itu Paus Fransiskus tetap mantap untuk kunjungi Irak


zoom-inlihat foto
paus-fransiskus-kunjungi-irak-2.jpg
Vincenzo PINTO / AFP
Paus Fransiskus (kanan), didampingi oleh Uskup Agung Katolik Khaldea dari Mosul Najib Michaeel Moussa (kiri), melihat ke sebuah alun-alun dekat reruntuhan Gereja Katolik Suriah yang Dikandung Tanpa Noda (al-Tahira-l-Kubra), di kota tua Mosul utara Irak pada 7 Maret 2021. Paus Francis, dalam tur bersejarahnya di Irak, hari ini mengunjungi komunitas Kristen yang mengalami kebrutalan kelompok Negara Islam sampai "kekhalifahan" para jihadis dikalahkan tiga tahun lalu


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Paus Fransiskus sampai di Baghdad pada Jumat (5/3/2021).

Kunjungan tersebut menjadi kunjungan kepausan yang pertama di Irak.

Namun siapa sangka, ada fakta mengerikan jelang kunjungan Paus.

Hanya terhitung hari sebelum Paus Fransiskus menginjakkan kaki di Irak, pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dibombardir roket.

Terkait jumlah pastinya, ada perbedaan. Ada yang mengatakan sepuluh roket, ada yang mengatakan belasan.

Express.co.uk melaporkan pada Minggu (7/3/2021) setidaknya ada 10 roket yang menghantam pangkalan Ain al-Asad.

Wilayah yang terletak di provinsi Anbar, Irak Barat, itu mulai dihujani rudal pada Selasa, pukul 07.20 waktu setempat.

Baca: Pusat Pemerintahan Irak Dihujani 3 Roket dalam Seminggu, Target Utama Kedutaan AS

Baca: Tentara AS Kalang Kabut ketika Dihujani Rudal Iran, Alami Trauma Otak hingga Harus ke Psikiater

Ignatius Joseph III Yunan (kanan), Patriark Katolik Suriah dari Antiokhia, membaca dari sebuah buku yang didengarkan Paus Francis (kiri) saat bertahta di Gereja Katolik Suriah yang Dikandung Tanpa Noda (al-Tahira-l-Kubra), di kota Qaraqosh (Baghdeda) yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, di provinsi Nineveh, sekitar 30 kilometer dari Mosul utara Irak pada 7 Maret 2021.
Ignatius Joseph III Yunan (kanan), Patriark Katolik Suriah dari Antiokhia, membaca dari sebuah buku yang didengarkan Paus Francis (kiri) saat bertahta di Gereja Katolik Suriah yang Dikandung Tanpa Noda (al-Tahira-l-Kubra), di kota Qaraqosh (Baghdeda) yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, di provinsi Nineveh, sekitar 30 kilometer dari Mosul utara Irak pada 7 Maret 2021. (Vincenzo PINTO / AFP)

Kabar itu disampaikan Kolonel Wayne Marotto, juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS di negara itu, sebagaimana diberitakan Intisari Online.

Sementara Komando Operasi Baghdad mengatakan kepada kantor berita Reuters sekitar 13 roket diluncurkan dari lokasi sekitar 8 km (5 mil) dari pangkalan.

Sumber Irak lain menyebut roket diluncurkan dari wilayah Baiader.

Beruntung tak ada korban dalam serangan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sekilas tentang sejarah Kristen di Irak

Dilansir Al Jazeera, sebelum invasi pimpinan AS tahun 2003, orang Kristen dari berbagai denominasi berjumlah sekitar 1,6 juta orang di Irak.

Saat ini, kurang dari 300.000 yang tersisa, menurut angka yang diberikan oleh Gereja Kasdim.

Sejak saat itu 58 gereja telah dirusak atau dihancurkan dan ratusan orang Kristen Irak telah dibunuh karena iman mereka.

Baca: Meski Punya Rudal Supersonik untuk Gempur China, Militer Filipina Masih Kalah Jauh dari Tiongkok

Baca: Meski Punya Rudal Supersonik untuk Gempur China, Militer Filipina Masih Kalah Jauh dari Tiongkok

Paus Francis (2nd-R), didampingi oleh Uskup Agung Katolik Khaldea dari Mosul Najib Michaeel Moussa (kiri), melihat ke sebuah alun-alun dekat reruntuhan Gereja Katolik Syriac of the Immaculate Conception (al-Tahira-l-Kubra), di kota tua Mosul utara Irak pada 7 Maret 2021. Paus Francis, dalam tur bersejarahnya di Irak, hari ini mengunjungi komunitas Kristen yang mengalami kebrutalan kelompok Negara Islam sampai
Paus Francis (2nd-R), didampingi oleh Uskup Agung Katolik Khaldea dari Mosul Najib Michaeel Moussa (kiri), melihat ke sebuah alun-alun dekat reruntuhan Gereja Katolik Syriac of the Immaculate Conception (al-Tahira-l-Kubra), di kota tua Mosul utara Irak pada 7 Maret 2021. Paus Francis, dalam tur bersejarahnya di Irak, hari ini mengunjungi komunitas Kristen yang mengalami kebrutalan kelompok Negara Islam sampai "kekhalifahan" para jihadis dikalahkan tiga tahun lalu (Vincenzo PINTO / AFP)

Di bawah diktator Saddam Hussein, komunitas Kristen ditoleransi dan tidak menghadapi ancaman keamanan yang signifikan, meskipun mereka didiskriminasi.

Diaspora dimulai setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, dan kekacauan yang terjadi ketika al-Qaeda memulai mengampanyekan pembunuhan.

Mereka melakukan penculikan imam dan uskup, serta melakukan serangan terhadap gereja dan pertemuan Kristen.

Pada Oktober 2006, seorang pastor ortodoks, Boulos Iskander, dipenggal dan pada 2008 kelompok itu menculik dan membunuh Uskup Agung Paulos Farah Rahho di Mosul.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved