TRIBUNNEWSWIKI.COM - Venezuela tengah dilanda inflasi yang sangat tinggi.
Baru-baru ini Bank Sentral Venezuela (BCV) mengumumkan tiga uang kertas baru, pada Jumat (5/3/2021) waktu setempat.
Diberitakan Kompas.com, ketiganya meliputi 200.000 bolivar Venezuela, 500.000 bolivar Venezuela, dan 1 juta bolivar Venezuela.
Ketiga pecahan baru itu akan beredar berasama uang kertas lama, yakni uang kertas 10.000 bolivar Venezuela, 20.000 bolivar Venezuela, dan 50.000 bolivar Venezuela
Pencetakan uang kertas baru pada denominasi yang berbeda, sudah dilakukan pemerintah Venezuela sebagai cara untuk mengatasi inflasi yang melonjak.
Bahkan inflasi antar-tahun Venezuela berada di angka 2.665 persen pada Januari, sebagaimana dilaporkan BVC.
"Pecahan uang baru ini akan melengkapi dan mengoptimalkan denominasi saat ini, untuk memenuhi persyaratan ekonomi nasional," kata BCV dalam sebuah pernyataan.
Baca: Kisah Trenyuh Kakek 80 Tahun Tawarkan Jasa Timbang Berat Badan Keliling, Terima Uang Seikhlasnya
Baca: Viral Video Aksi Pungli di Medan, Pria Ancam Sopir Pakai Pisau Agar Diberikan Uang
Dilansir Kompas.com dari exchange-rates.org pada Sabtu, 1 dollar AS setara dengan 1,8 juta bolivar Venezuela.
Sementara Rp 1 setara dengan 131 bolivar Venezuela.
Artinya, cukup menukar uang Rp 100.000 ke bolivar Venezuela, maka akan mendapat sekitar Rp 13 juta bolivar Venezuela.
Reuters memberitakan Venezuela sempat menjadi negara yang makmur karena kejayaan minyaknya.
Sayang organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) jatuh pada tujuh tahun terakhir.
Hal tersebut disebabkan karena anjloknya harga minyak dunia, yang berikutnya menyebabkan penurunan impor dan defisit fiskal.
Keadaan tersebut membuat bank sentral untuk lebih banyak mencetak bolivar Venezuela.
Hiperinflasi dan erosi nilai bolivar Venezuela selama bertahun-tahun telah menyebabkan rakyat Venezuela menggunakan dollar AS untuk banyak transaksi sehari-hari.
Sementara para kritikus menyebut kebijakan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro sebagai akar keruntuhan ekonomi.
Pasalnya, dia dianggap terlalu mengintervensi pasar.
Berita Lain: Inflasi Indonesia Diprediksi 2,9 Persen
Baca: Viral Pria Pamer Kendaraan Tak Biasa, Akui Mobilnya Dilapisi Emas, Berlian, dan Uang Dolar
Baca: Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Jokowi Berharap Dapat Dukung Pariwisata dan Ekonomi Bangkit Kembali
Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra memprediksi perekonomian Indonesia tahun ini akan kembali pulih.
Diberitakan Tribunnews, Aldian optimistis perekonomi Indonesia tumbuh hingga 4,5 persen di 2021 ini.
Dalam paparannya berjudul Indonesia, A Bumpy Road To Recovery, Aldian Taloputra menjelaskan, Indonesia saat ini sedang berproses menuju pemulihan ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19 seiring dengan dijalankannya vaksinasi massal.
"Kami perkirakan perekonomian Indonesia tahun ini tumbuh 4,5 persen setelah mengalami konstraksi 2,1 persen di 2020," ujarnya dalam diskusi virtual World of Wealth (WOW) dengan media di Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Aldian menjelaskan, upaya pemulihan ekonomi tahun ini akan menemui kendala masih rendahnya jumlah masyarakat telah divaksinasi dan rendahnya distribusi vaksin.
Baca: Fakta Baru Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta, BCA Bantah Laporkan Ardi & Keluarga Kesulitan Ekonomi
Baca: Tak Perlu Senjata, China Diprediksi Hancur dengan Sendirinya karena Korupsi dan Masalah Ekonomi
Inflasi tahun 2021 ini dia prediksi di sekitar 2,9 persen di akhir tahun, alias masih di bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi dengan ditopang relatif stabilnya harga pangan.
Dia berharap, BI dan Pemerintah akan memberlakukan kebijakan moneter fiskal yang akomodatif. BI telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin ke 3,5 persen di Februari 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara, target defisit anggaran di APBN 2021 oleh Pemerintah ditargetkan di 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 4,7 persen.
Dia menilai, Pemerintah akan terus menjalankan UU Cipta Kerja Omnibus Law untuk mengatasi kebuntuan investasi karena kompleksnya regulasi, melalui penyederhanaan perizinan dan penataan ulang regulasi di bidang ketenagakerjaan.
Atas proyekssi optimistis tersebut, Standard Chartered mengajak para nasabah prioritasnya agar tidak ragu dalam membuat keputusan investasi, pengelolaan kekayaan, dan arahan kebijakan perusahaan yang dimiliki para nasabah.
Baca: Lowongan Kerja Kemenko Perekonomian untuk Lulusan S1, Cek Persyaratan Lain dan Besaran Gajinya
Baca: Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas, Fokus Kejar Vaksinasi dan Percepatan Ekonomi
Standard Chartered Bank mengangkat tema “2021: Reimagined” untuk acara WOW tahun ini.
Lewat kegiatan ini Stanchart mengajak nasabah membuka perspektif baru dalam perencanaan keuangan mereka setelah hampir setahun ini menghadapi tantangan pandemi.
“WOW tahun ini merupakan momen penting dengan sejumlah hal perdana di dalamnya. Mulai dari perdana dilaksanakan secara daring. Momen ini juga menjadi momen perdana kami hadirkan tampilan brand baru kami yang berevolusi kembali setelah terakhir dilakukan pembaruan 18 tahun lalu,” ujar Jeffrey Tan, Head of Consumer, Private and Business Banking Standard Chartered Bank Indonesia.
WOW tahun ini akan dihadirisekitar 2.500 nasabah Priority & Priority Private Standard Chartered dan akan dibuka dengan paparan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan ekonom Standard Chartered.
Jeffrey menjelaskan, kinerja lini usaha perbankan konsumen atau ritel Standard Chartered selama ini tetap baik.
"Kami melihat pertumbuhan di segmen ritel kami yang mencakup Priority Banking, Wealth Management, kartu kredit, CASA, dan pinjaman di 2020, dengan nasabah yang semakin berpindah ke layanan digital,” ujar Jeffrey.
Karenanya, dia optimistis tahun ini akan memperkuat penawaran di segmen menengah ke atas melalui berbagai kampanye, pengayaan portofolio produk, dan layanan nasabah yang prima.
Pada saat yang bersamaan, perusahaan juga akan menjaga budaya kepatuhan yang kuat dan tata kelola perusahaan yang baik.
(TribunnewsWiki.com/Nur, Tribunnews.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonom Stanchart: Ekonomi Indonesia 2021 Ini Akan Tumbuh 4,5 Persen dan Inflasi 2,9 Persen