TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kisah trenyuh Darmo, kakek 80 tahun yang tawarkan jasa timbang berat badan keliling Jakarta Timur.
Di usia senjanya, Darmo masih tak kenal lelah berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari untuk menawarkan jasa timbang berat badan dan tensi darah.
Ayah enam anak tersebut mengaku sering dibujuk oleh anak-anaknya yang sudah dewasa untuk berhenti bekerja.
Namun, ia menolak lantaran merasa masih mampu berjalan kaki dan mencari nafkah.
"Umur saya ada sepertinya 80 tahunan. Saya masih mau kerja, masih kuat jalan kaki," ujarnya seperti dilansir TribunJakarta.com, Kamis (4/3/2021).
Darmo mengaku telah menjalani profesi sebagai tukang ukur berat badan dan tensi sejak 1992.
Kini, ia punya banyak langganan yang setia menunggu kedatangannya setiap hari.
Kawasan Industri Pulogebang, Kanal Banjir Timur (KBT), Kalimalang, dan Duren Sawit merupakan daerah yang ia jajal setiap hari untuk menawarkan jasanya.
"Saya bilang juga sama anak kalau sudah ada langganan. Jadi benar-benar belum mau berhenti kerja," imbuhnya.
Baca: Jadwal & Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Jumat (5/3/2021), Energi dalam Kehidupan
Di usianya yang tidak muda lagi, Darmo mengaku sudah tidak terlalu ngotot dalam bekerja.
Ia tidak lagi memaksakan diri untuk berjalan di bawah panas terik ataupun hujan jika memang sudah lelah.
Meski gigih bekerja, Darmo ternyata tidak mematok harga untuk setiap pelanggannya.
Mereka boleh membayar seikhlasnya.
Tak jarang juga Darmo membiarkan sejumlah orang, terutama anak-anak, untuk menimbang berat badan secara gratis.
"Ini seikhlasnya. Rezeki enggak akan tertukar. Kalau pun ada anak-anak yang mau coba gratis ya tidak apa-apa," ungkapnya.
Dalam sehari, pria yang tinggal di kawasan Pulogebang ini bisa membawa uang minimal Rp 50 ribu usai bekerja dari pagi hingga menjelang magrib.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Ivany Atina Arbi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Kakek 80 Tahun yang Tawarkan Jasa Timbang Berat Badan Keliling Jakarta Timur. . ."