Saking Tingginya Inflasi, Modal Uang Rp 100 Ribu Bisa Jadi Belasan Juta di Venezuela

Inflasi antar-tahun Venezuela berada di angka 2.665 persen pada Januari 2021


zoom-inlihat foto
uang-dolar-as-0121.jpg
Pixabay/jc_cards
ILUSTRASI Uang Dolar, Venezuela tengah dilanda inflasi yang sangat tinggi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Venezuela tengah dilanda inflasi yang sangat tinggi.

Baru-baru ini Bank Sentral Venezuela (BCV) mengumumkan tiga uang kertas baru, pada Jumat (5/3/2021) waktu setempat.

Diberitakan Kompas.com, ketiganya meliputi 200.000 bolivar Venezuela, 500.000 bolivar Venezuela, dan 1 juta bolivar Venezuela.

Ketiga pecahan baru itu akan beredar berasama uang kertas lama, yakni uang kertas 10.000 bolivar Venezuela, 20.000 bolivar Venezuela, dan 50.000 bolivar Venezuela

Pencetakan uang kertas baru pada denominasi yang berbeda, sudah dilakukan pemerintah Venezuela sebagai cara untuk mengatasi inflasi yang melonjak.

Bahkan inflasi antar-tahun Venezuela berada di angka 2.665 persen pada Januari, sebagaimana dilaporkan BVC.

"Pecahan uang baru ini akan melengkapi dan mengoptimalkan denominasi saat ini, untuk memenuhi persyaratan ekonomi nasional," kata BCV dalam sebuah pernyataan.

Baca: Kisah Trenyuh Kakek 80 Tahun Tawarkan Jasa Timbang Berat Badan Keliling, Terima Uang Seikhlasnya

Baca: Viral Video Aksi Pungli di Medan, Pria Ancam Sopir Pakai Pisau Agar Diberikan Uang

Ilustrasi - Venezuela tengah dilanda inflasi yang sangat tinggi.
Ilustrasi - Venezuela tengah dilanda inflasi yang sangat tinggi. (hai.grid.id)

Dilansir Kompas.com dari exchange-rates.org pada Sabtu, 1 dollar AS setara dengan 1,8 juta bolivar Venezuela.

Sementara Rp 1 setara dengan 131 bolivar Venezuela.

Artinya, cukup menukar uang Rp 100.000 ke bolivar Venezuela, maka akan mendapat sekitar Rp 13 juta bolivar Venezuela.

Reuters memberitakan Venezuela sempat menjadi negara yang makmur karena kejayaan minyaknya.

Sayang organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) jatuh pada tujuh tahun terakhir.

Hal tersebut disebabkan karena anjloknya harga minyak dunia, yang berikutnya menyebabkan penurunan impor dan defisit fiskal.

Keadaan tersebut membuat bank sentral untuk lebih banyak mencetak bolivar Venezuela.

Hiperinflasi dan erosi nilai bolivar Venezuela selama bertahun-tahun telah menyebabkan rakyat Venezuela menggunakan dollar AS untuk banyak transaksi sehari-hari.

Sementara para kritikus menyebut kebijakan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro sebagai akar keruntuhan ekonomi.

Pasalnya, dia dianggap terlalu mengintervensi pasar.

Berita Lain: Inflasi Indonesia Diprediksi 2,9 Persen

ILUSTRASI
ILUSTRASI (pixabay.com)

Baca: Viral Pria Pamer Kendaraan Tak Biasa, Akui Mobilnya Dilapisi Emas, Berlian, dan Uang Dolar

Baca: Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Jokowi Berharap Dapat Dukung Pariwisata dan Ekonomi Bangkit Kembali

Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra memprediksi perekonomian Indonesia tahun ini akan kembali pulih.

Diberitakan Tribunnews, Aldian optimistis perekonomi Indonesia tumbuh hingga 4,5 persen di 2021 ini.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved