"Prioritas kami dalam 99 hari pertama dalam rangka membangun Gresik baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM," ucap dia.
Adapun langkah yang akan diambil adalah, melakukan eliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air umbulan, serta pengawasan kejernihan air.
Dalam beberapa waktu terakhir, warga Gresik memang sempat mengeluhkan pelayanan PDAM sebagai salah satu perusahaan milik daerah.
Baik kualitas air yang keruh hingga tidak mengalir sampai konsumen.
"Gresik Baru juga memprioritaskan kota bebas banjir. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan melakukan normalisasi Kali Lamong. Kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul, ditambah kolam retensi untuk menampung luapan Kali Lamong," kata Gus Yani.
Sementara untuk perbaikan infrastruktur desa, terdapat program gerbang dusun.
Gresik baru dikatakan Gus Yani siap bergerak mempercepat pembangunan desa, dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian, serta pelayanan publik.
Baca: Nurdin Abdullah Satu-satunya Bupati dan Gubernur yang Bergelar Profesor, Sempat Jadi Kontroversi
Baca: Viral Dana Hibah Rp 9 M untuk Yudhoyono Foundation, Begini Penjelasan Bupati Pacitan
Gus Yani juga menyebut akan berupaya menciptakan warga desa yang ayem, tentram, dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung.
Salah satunya dengan menghadirkan kartu Go Tani, yang diklaim bakal memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap Gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan.
Untuk bidang pendidikan bakal dihadirkan beasiswa Gresik cerdas, dengan Gus Yani berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas bagi seluruh warga Gresik.
Termasuk, peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan.
Sementara kemudahan layanan kependudukan, diwadahi melalui nawa karsa Gresik sehati.
"Kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir, akan mendapatkan akta kelahiran. Lahir pulang bawa akta, secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas," tutur Gus Yani.
Terakhir, Gus Yani meminta kepada semua pihak untuk melupakan kontestasi Pilkada Gresik yang telah berlalu.
Dengan dirinya meminta dukungan kepada semua pihak, untuk dapat mendukung program nawa karsa dalam rangka mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan, berlandaskan akhlakul karimah.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Hamzah Arfah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati dan Wakil Bupati Gresik Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Ini Alasannya"