Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sekumpulan gejala yang identik dengan kondisi mulut dan mata yang kering


zoom-inlihat foto
sindrom-sjogren-merupakan-kelainan-genetik.jpg
halodoc
Sindrom Sjogren merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sekumpulan gejala yang identik dengan kondisi mulut dan mata yang kering

Sindrom Sjogren merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sekumpulan gejala yang identik dengan kondisi mulut dan mata yang kering




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sindrom Sjogren merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sekumpulan gejala yang identik dengan kondisi mulut dan mata yang kering.

Sindrom Sjogren tidak berdiri sendiri alias sering ditemukan juga penyakit arthritis rheumatoid dan lupus pada pengidap.

Baca: Sindrom Sheehan

  • Penyebab


Penyebab sindrom Sjogren sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun, seperti penyakit autoimun lainnya, sistem kekebalan tubuh mengalami disfungsi dan berbalik menyerang sel-sel sehat dalam kelenjar-kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar air mata dan kelenjar saliva.

Studi menunjukkan kecenderungan beberapa susunan genetik yang berkaitan dengan sindrom Sjogren, tetapi juga ditemukan sindrom Sjogren dapat dipicu oleh infeksi virus atau bakteri.

Baca: Sindrom Reye

  • Gejala


Dua gejala utama sindrom Sjogren mata dan mulut kering.

Mata kering disertai sensasi terbakar, gatal, atau berpasir.

Sedangkan mulut kering, sering dideskripsikan, seperti perasaan penuh dalam mulut dan menyebabkan kesulitan menelan dan berbicara.

Pengidap sindrom Sjogren dapat mengalami nyeri, bengkak, dan kekakuan pada sendi.

Selain itu, dapat ditemukan kelenjar ludah yang membengkak, biasanya di daerah rahang dan telinga.

Sindrom Sjogren dapat menyebabkan ruam dan kekeringan pada kulit, batuk kering terus-menerus, dan rasa lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.

Sesuai dengan beberapa gejala yang disebutkan di atas, bagian-bagian tubuh yang diserang pada sindrom Sjogren adalah sendi, tiroid, ginjal, liver, paru-paru, kulit, dan saraf.

Penyebab sindrom Sjogren sampai saat ini belum diketahui secara pasti
Penyebab sindrom Sjogren sampai saat ini belum diketahui secara pasti (shutterstock)

Kondisi saat sindrom Sjogren menyerang organ selain kelenjar penghasil cairan, seperti sendi atau liver, disebut dengan sindrom Sjogren dengan keterlibatan extraglandular.

Sebagian kecil pengidap sindrom Sjogren dapat mengalami limfoma, walaupun proses jelasnya belum diketahui secara pasti.

Baca: Sindrom Rett

  • Pengobatan


Pengobata sindrom Sjogren dilakukan berdasarkan organ yang diserang.

Tergantung gejalanya, dokter dapat melakukan tata laksana berikut ini:

- Obat untuk mengurangi kekeringan mata.

- Obat untuk meningkatkan produksi saliva.

- Antiradang non-steroid dapat diberikan jika ada gejala artritis.

- Obat-obatan yang dapat mensupresi sistem imun untuk meringankan gejala.

- Tindakan surgikal dilakukan pada beberapa kasus, ketika plug silikon atau kolagen disisipkan pada saluran kelenjar air mata dengan tujuan preservasi air mata.

- Meningkatkan konsumsi cairan membantu meringankan gejala mulut dan mata kering.

- Merokok dapat memperburuk gejala mulut kering, maka pengidap dianjurkan untuk tidak merokok.

Sebagai penyakit genetik, tidak ada pencegahan yang diketahui sampai sekarang untuk sindrom Sjogren.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
 



Informasi
Gangguan Sindrom Sjogren
Faktor Risiko Usia lebih dari 40 tahun
Perempuan
Gejala Mata dan mulut kering


Sumber :


1. www.halodoc.com






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Sosok Yasin Payapo, Bupati SBB

    Yasin Payopo mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di
  • Sosok Eni Lisnawati, Nakes Hamil

    Eni Lisnawati, tenaga kesehatan (nakes) di RS PKU
  • Bendera Indonesia

    Bendera Negara Indonesia memiliki beberapa sebutan, yaitu Sang
  • Kota Magelang

    Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved