TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bulan Ramadhan tinggal 41 hari lagi. Umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa.
Namun, halitosis atau bau mulut sering timbul saat menjalankan ibadah puasa.
Dilansir Kompas.com, dokter gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo, drg. Sartari Entin Yuletnawati, menerangkan, bau mulut yang timbul saat orang berpuasa, merupakan proses yang normal atau fisiologis.
Hal itu terjadi saat perut dalam kondisi kosong. Kemudian, asam lambung meningkat dan menguap keluar melalui rongga mulut.
Hal ini menimbulkan bau tidak sedap.
Bau mulut sendiri diistilahkan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki aroma napas tidak sedap.
Ini dihasilkan dari fermentasi anaerobik (tidak membutuhkan udara) partikel makanan.
Proses fermentasi anaerobik tersebut dilakukan oleh bakteri gram negatif seperti Streptococcus mutans, staphilococcus, pesudomonas, dan E.coli.
Baca: Mobil Keluarga Suzuki Ertiga Makin Murah Puluhan Juta karena Dapat Insentif Pajak
Bakteri itu ada di dalam mulut yang menghasilkan senyawa belerang, seperti hidrogen sulfide, metil merkaptan, hingga dimetil sulfide.
Selain itu, bau mulut juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti kebersihan mulut yang tidak terjaga, kondisi kesehatan yang menurun, hingga gaya hidup yang tidak baik seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
drg. Sartari menyatakan, pada umumnya bau mulut dapat disebabkan oleh faktor fisiologi dan patologis.
Kedua faktor itu dapat menimbulkan bau mulut yang asalnya dari mulut atau dari organ dalam.
Bau mulut yang disebabkan oleh faktor fisiologis, akan terus dirasakan jika faktor penyebabnya tidak dihilangkan.
Terutama pada siang hari saat perut kosong, sekresi saliva yang berkurang dan kadar asam lambung meningkat menyebabkan uap asam lambung mengalir ke arah rongga mulut hingga menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.
Baca: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Desak Vladimir Putin Ketemu Joe Biden, Tak Mau Sampai Ada Perang Nuklir
Tips Mengatasi Bau Mulut saat Berpuasa
drg. Sartari menegaskan, menjaga kesehatan gigi dan mulut pada saat bulan puasa Ramadhan sama seperti bulan–bulan lainnya, hanya waktu menyikat giginya yang diubah.
Yaitu menyikat gigi setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa atau sebelum tidur malam sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Teratur dala Menyikat Gigi
Kesehatan mulut dan gigi saat berpuasa dapat dijaga dengan menyikat gigi pada waktu yang tepat.
Yakni setelah makan sahur dan menjelang tidur di malam hari.