Putra Mahkota Arab Diduga Bunuh Jurnalis Khashoggi, Dulu Dilindungi Trump, Kini 'Dilepaskan' Biden

Joe Biden tak menjatuhkan sanksi untuk Mohammed bin Salman meski kuat diduga terlibat pembunuhan Khashoggi


zoom-inlihat foto
putra-mahkota-arab-saudi-mohammed-bin-salman.jpg
Brendan Smialowski / AFP
FOTO: Foto diambil pada 28 Juni 2019, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri pertemuan pada KTT G20 di Osaka.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Amerika Serikat tak menjatuhkan hukuman pada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) atas kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018.

Padahal intel mereka menemukan bukti-bukti kuat yang mengarah pada MBS.

Kuat diduga MBS lah yang menjadi dalang pembunuhan.

Kendati demikian, AS memilih 'melepaskan' MBS, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (1/3/2021).

Pasalnya sanksi untuk MBS akan memperburuk hubungan kedua negara.

"Kami sedang bekerja untuk menempatkan hubungan AS Saudi pada pijakan yang benar," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada konferensi pers di Washington, membela keputusan pemerintahan Biden untuk tidak memberikan sanksi kepada putra mahkota, yang merupakan penguasa de facto Arab Saudi.

Pemerintahan Biden sedang berusaha untuk "mengkalibrasi ulang", bukan "memutuskan" hubungan AS-Saudi, kata Price.

Baca: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Desak Vladimir Putin Ketemu Joe Biden, Tak Mau Sampai Ada Perang Nuklir

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang lebih dari 500.000 nyawa yang hilang karena COVID-19 di Cross Hall Gedung Putih 22 Februari 2021 di Washington, DC.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang lebih dari 500.000 nyawa yang hilang karena COVID-19 di Cross Hall Gedung Putih 22 Februari 2021 di Washington, DC. (Doug Mills-Pool / Getty Images / AFP)

Seandainya pemerintahan Biden melakukan "sesuatu yang lebih dramatis dan sesuatu yang lebih drastis" dengan menjatuhkan sanksi untuk MBS, itu akan "sangat mengurangi" pengaruh AS di Riyadh, kata Price.

Keputusan pemerintah untuk tidak menghukum putra mahkota menuai kritik keras dari Washington Post, di mana Khashoggi adalah seorang kolumnis.

Menuduh Biden melanggar janji kampanyenya untuk membuat rezim Saudi "membayar harga" atas pembunuhan Khashoggi.

Fred Ryan menulis, "Tampaknya seolah-olah di bawah pemerintahan Biden, lalim yang menawarkan nilai strategis sesaat kepada Amerika Serikat mungkin diberi izin 'satu pembunuhan bebas'. "

Departemen Luar Negeri AS pada 26 Februari menempatkan 76 warga negara Saudi dalam daftar larangan bepergian.

Baca: Donald Trump Sebut Vaksinasi Covid-19 di AS adalah Jasanya, Bukan Joe Biden

Departemen Keuangan juga menjatuhkan sanksi keuangan pada pejabat Saudi yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi tetapi Putra Mahkota Mohammed tidak termasuk.

“Pilihan yang dibuat Riyadh akan memiliki implikasi yang sangat besar bagi kawasan itu,” kata Price.

“Itulah mengapa kami membicarakan hal ini bukan sebagai pemutusan tetapi sebagai kalibrasi untuk memastikan bahwa kami mempertahankan pengaruh tersebut dalam apa yang kami butuhkan untuk kepentingan kami sendiri. ”

Berita Sebelumnya: Keputusan Joe Biden sempat bikin ketar-ketir

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (answers africa)

Baca: Raja Salman Tak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel, Kecuali Ada Kejelasan Status Palestina

Isu keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, 2 Oktober 2018 silam terus mencuat.

Apa lagi kini kebijakan Joe Biden memihak pada HAM, lain dengan Donlad Trump yang 'melindungi' MBS.

Kala itu, Khashoggi diduga dihabisi nyawanya di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul.

Nyawanya dihabisi diduga lantaran tulisannya yang mengkritik MBS di Washington Post.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved