Pengakuan Guru yang Mengajar Siswa SLB Bernama Busairi di Aceh, Akui Ada Suka Duka Tersendiri

Unggah video murid SLB bernama Busairi di TikTok hingga viral, guru di Aceh ini beberkan suka duka menjadi seorang pengajar murid berkebutuhan khusus.


zoom-inlihat foto
busairi-siswa-luar-biasa-viral.jpg
TikTok/@pu3soraya26
Penyandang Tuna Grahita, Busairi yang masih semangat belajar di usianya yang menginjak 32 tahun.


Saat diberi tugas untuk menulis di rumah pun Busairi dengan senang dan semangat mengerjakannya.

Namun, memang yang ditulis Busairi selalu sama hanya itu-itu saja.

"Kemarin itu pernah saya bilang, di rumah nulis juga ya. Yaudah dia nulis juga sampai selembar gitu penuh. Tapi yang dia tulis sama, gitu-gitu aja," tutur wanita asal Aceh ini.

Sosok Busairi bagi Puteri

Menurut Puteri, Busairi adalah sosok siswa yang patuh.

Karena selama bersekolah Busairi tidak pernah melawan guru.

Ia juga orang yang ramah dan suka tersenyum.

Namun tak bisa dipungkiri sifatnya kadang masih seperti anak-anak.

"Busairi, dia ramah, suka senyum. Sifatnya kaya anak-anak suka ngadu gitu. Tapi dia sensitif, kalau diejek sedikit langsung marah," ungkapnya.

Puteri menambahkan, secara keseluruhan sifat Busairi ini memang masih seperti anak-anak.

Hanya usianya saja yang sudah tua, mengingat Busairi adalah penyandang tuna grahita.

Perbedaan Pembelajaran di SLB dengan Sekolah Biasa

Puteri menuturkan proses belajar mengajar di SLB dan sekolah biasa tentunya akan berbeda.

Karena di SLB pembelajarannya akan jadi lebih rendah tingkatannya, misalkan pada materi pembelajaran.

"Materi misal di kelas 5 SD normal matematikanya udah sampe KPK, udah sampe pembagian dan pengalian yang sudah lebih tinggi."

"Tapi kalau di SLB kelas 5 ya masih tambah-tambah karena dengan keterbatasan anaknya kaya gitu, jadi pembelajarannya enggak bisa tinggi gitu," jelasnya.

SLB juga mempunyai sistem dan kurikulumnya tersendiri,

Namun yang menjadi kesamaan adalah adanya silabus dan RPP dan bukunya.

Jadi yang membedakan itu isi materinya dengan isi materi sekolah normal.

Baca: 2 Pemuda Tikam Mahasiswa di Warung Nasi Goreng, Tak Terima karena Terus Ditatap

Baca: Viral, Oknum Dosen UMI Makassar Adu Mulut di Depan Mahasiswa, Diwarnai Aksi Saling Dorong dan Pukul

Suka Duka Menjadi Guru SLB

Selama tiga tahun mengajar di SLB, sudah pasti banyak suka dan duka yang Puteri alami.

"Sukanya karena mereka lucu, maksudnya lucu itu dari segi mereka itu bisa menghibur kita. Saat kita lagi galau liatin mereka jadinya semangat lagi, terus ya seneng aja."

"Dukanya kan kalau kita lagi melihat mereka kaya kasihan tapi yaudah enggak dipikir lagi. Kasihan ya kok bisa kayak gitu, cuma gitu aja si kalau dukanya," ungkapnya.

Melihat para siswanya, Puteri pun mengaku menjadi lebih bersyukur.

"Dari kita melihat mereka kan jadi kasihan, jadi kita bersyukur aja sama diri kita. Bersyukur, mereka aja kayak gitu masih bersyukur," imbuhnya.

Walau dengan segala keterbatasan yang dimiliki Busairi tapi tetap ada yang bisa dicontoh darinya.

Satu diantaranya adalah semangat Busairi dalam belajar.

Tak peduli usia dan segala keterbatasannya, Busairi selalu semangat untuk belajar dan bersekolah.

Ia juga selalu bangga dengan hasil kemampuannya dalam belajar.

Puteri pun berpesan, khususnya kepada para siswa, bahwa belajar itu wajib dilakukan.

"Belajar itu wajib dan dengan kondisi apapun dan keadaaan apapun. Sekolah dan belajar itu adalah hal yang mulia," imbuhnya.

Terakhir Puteri berharap semoga ke depannya masih bisa memberikan konten yang bermanfaat bagi kehidupan dan khususnya dunia pendidikan.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Busairi, Siswa SLB yang Tetap Semangat Bersekolah, Bawa Rapor dan Iqra Tiap Hari hingga Lecek





Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved