TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang siswa SMA luar biasa (SMALB) bernama Busairi menjadi viral di media sosial.
Busairi merupakan siswa berumur 30 tahun yang berasal dari Sekolah Luar Biasa Kota Langsa, Aceh.
Siswa luar biasa itu kemudian viral dan menjadi sorotan warganet karena semangat belajarnya.
Video dirinya di sekolah pun diabadikan dalam postingan media sosial TikTok.
Video tersebut diunggah oleh pemilik akun TikTok @pu3soraya26.
Hingga saat ini, Selasa (2/3/2021), video tersebut telah ditonton sebanyak 6,2 juta kali dan disukai oleh 471,3 ribu pengguna TikTok.
Dalam video pengunggah juga menuliskan sebuah caption yang menceritakan tentang keseharian Busairi di sekolah.
"Kenalin siswa di kelas 11 C, enggak semua datang karena protokol kesehatan. Namanya Busairi umurnya 30-an. Penyandang Tuna Grahita: gangguan masalah intelektual,"
Busairi memiliki semangat belajar karena ingin pakai seragam dan pergi ke sekolah.
Meskipun serba kekurangan, Busairi tetap semangat menulis.
Baca: Viral Puluhan Mahasiswa Jalani Ospek Dipukuli Pakai Botol, Disiksa Senior di Pinggir Pantai
Baca: VIRAL Beli iPhone 12 Pro Max dari Website Resmi Apple, Seorang Perempuan Cuma Dikirim Minuman Kotak
"Nulisnya enggak lancar. Sebenarnya dia enggak bisa sekolah lagi, tapi dia kepingin pakai baju seragam dan pergi ke sekolah,"
Busairi juga sering datang ke sekolah di hari Minggu.
"Paling cepat datang kalau pagi, hari Minggu pun tetap pakai baju seragam mau ke sekolah katanya,"
Pengunggah pun mengatakan jika Busairi belajar dengan menggunakan bahasa daerah, karena dirinya tak bisa menggunakan Bahasa Indonesia.
"Semoga teman-teman mengikuti semangatnya ya. Tiap hari pecinya enggak dilepas, ganteng kan hihi," tulisnya.
Dilansir dari Tribunnews.com, pengunggah bernama Puteri Soraya yang berprofesi sebagai guru di SLB Negeri Kota Langsa, Aceh mengatakan Busairi sangat semangat untuk sekolah.
Bahkan ia sampai membawa rapor hasil belajar setiap hari ke sekolah.
Iqra pemberian Puteri juga selalu dibawanya hingga bentuknya lecek.
Semangat belajar Busairi ini-lah yang harusnya dicontoh oleh semua siswa yang ada di Indonesia.
"Yang perlu dicontoh pasti semangatnya. Dulu pernah saya kasih dia Iqra (bacaan Al-Quran) dia bawa setiap hari, rapor hasil belajar juga dibawa setiap hari,"
"Sampai saya bilang jangan dibawa terus, tinggal aja ya di rumah. Masih juga dibawa sampek lecek," Kata Puteri, Senin (1/3/2021).
Sosok Busairi
Diketahui, Busairi merupakan penyandang tuna grahita, yang memiliki gangguan masalah intelektual.
Sehingga orang tersebut memiliki kecerdasan di bawah rata-rata orang normal dan di bawah usianya.
Puteri menuturkan, pertama kali bertemu Busairi saat ia menjadi wali kelas.
Di antara siswa yang lain, Busairi adalah siswa tertua yang pernah Puteri ajar.
"Muridnya itu kalau yang sudah pernah saya ngajar paling tua itu Bapak Busairi itu 32 tahun. Ada juga yang umur 23 tahun dia SMP," kata Puteri.
Mengapa bisa demikian, karena mereka waktu kecilnya tidak disekolahkan tepat waktu.
Yang Puteri ketahui orang tua mereka menunda sekolah.
Busairi sudah pernah sekolah SD, tapi karena semangat belajarnya yang tinggi ia jadi ingin kembali bersekolah.
Kegiatannya di sekolah juga sama seperti siswa biasa.
"Kegitan Busairi sama seperti anak biasa, sekolah, olahraga," ucap Puteri.
Baca: Viral Pengendara Moge Ditendang Paspampres di Ring 1, Kini Klarifikasi Minta Maaf di Instagram
Baca: Viral Kakek Tunarungu Simpan Berkarung-karung Uang di Rumahnya, Ternyata Ini Pekerjaannya
Dalam belajar Busairi juga tidak mempunyai mata pelajaran kesukaan atau yang fokus ditekuni.
"Busairi enggak ada pelajaran yang fokus ditekuni, semua dia mau belajar. Kalau dia lebih diajari nulis, berhitung. Karena kalau lebih tinggi dari itu dia enggak ngerti."
"Nulis aja kita ajari belum bisa-bisa. Kalau guru ajarin nulis, dia semangat banget nulisnya sampai selembar penuh ditulisin."
"Tapi ya nulisnya asal-asal gitu. Pernah saya suruh nulis sampai dua lembar, dia nulis enggak berhenti-berhenti. Baru saya bilang enggak usah nulis lagi," ujar Puteri.
Saat diberi tugas untuk menulis di rumah pun Busairi dengan senang dan semangat mengerjakannya.
Namun, memang yang ditulis Busairi selalu sama hanya itu-itu saja.
"Kemarin itu pernah saya bilang, di rumah nulis juga ya. Yaudah dia nulis juga sampai selembar gitu penuh. Tapi yang dia tulis sama, gitu-gitu aja," tutur wanita asal Aceh ini.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Busairi, Siswa SLB yang Tetap Semangat Bersekolah, Bawa Rapor dan Iqra Tiap Hari hingga Lecek