ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
"Anak yang paling besar, sudah kelas 2 SD di Jungkat," kata Yeti.
"Kemarin kirim 500 ribu," lanjut Yeti.
Pasutri ini mengaku terpaksa menjalani kerasnya hidup bersama anak punk.
Mereka mengatakan yang terpenting adalah halal, bukan hasil curian.
"Yang penting halal. Tidak curi. Sayang sama uang kalau harus ngontrak rumah," ujar Yeti.
Yeti mengaku sudah mendapatkan panggilan kerja di Ketapang.
Dalam waktu dekat, ia akan bekerja di tempat tersebut.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/NR/KA, TRIBUNMADURA)
Artikel ini telah tayang di Tribun Madura dengan judul Sekumpulan Anak Punk Hadang Laju Truk Trailer di Tuban, Sopir Kaget hingga Hantam Rumah Warga
KOMENTAR