Inilah 4 Vaksin yang Digunakan di Indonesia, Menkes: Selama Lulus WHO, BPOM, Pakai Saja

Inilah daftar vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sampaikan ini


zoom-inlihat foto
budi-gunadi-sadikin-3.jpg
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA
Budi Gunadi Sadikin atau biasa disapa BGS resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) yang baru, menggantikan Terawan Agus Putranto.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, mengatakan ada 4 vaksin Covid-19 yang dipakai di Indonesia.

" Vaksin pemerintah ada empat, yaitu Sinovac, AstraZeneca dari London Inggris, Pfizer Jerman-Amerika, Novavax Amerika," ungkap Budi.

Hal ini disampaikan Budi dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Budi Gunadi Sadikin menyebut jika bisa mendapatkan empat vaksin merupakan langkah Indonesia yang tergolong baik.

Ini karena banyak negara belum bisa memperolehnya.

"Empat vaksin ini masalah pada suplainya, seluruh dunia rebutan. ASEAN belum semua dapat, Australia baru dapat, Jepang baru mulai, tetangga kita belum mulai," urai dia.

Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021. (STR / AFP)

Sedangkan untuk vaksinasi di luar pemerintah atau melalui swasta, kata Budi, diperbolehkan selama mendapatkan legalitas keamanan dari otoritas terkait.

Seperti dari Badan Kesehatan Dunia WHO dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selama lulus uji keamanan dari otoritas terkait, lanjut Budi, maka sebaiknya tidak ragu untuk menggunakan vaksin tersebut.

"Pesan saya selama lulus WHO, BPOM, pakai saja. Semakin cepat semakin baik," ujar Budi.

Baca: Fakta Covid Arm, Efek Samping Setelah Vaksin Covid-19, Berbahayakah?

Baca: Ini Perbedaan Vaksinasi Gotong Royong dan Vaksinasi Program Pemerintah, Sumber Pendanaan Tak Sama

Budi juga menjelaskan, kecepatan masyarakat memperoleh vaksin Covid-19 bisa menekan angka infeksi dan meninggal.

Apabila semakin ditunda maka akan semakin banyak pula korbannya.

Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin. (https://bumn.go.id)

"Setiap hari wafat 300 orang, sebulan 9 ribu. Kalau kita tunda setahun maka bisa 108 ribu orang wafat. Bayangkan negara-negara tetangga terlambat vaksinasi berapa manusia yang tidak bisa kita lindungi," papar Budi.

Budi Gunadi juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pemerintah Indonesia bisa mendapatkan empat jenis vaksin Covid-19 dari negara produsennya sehingga bisa dipakai untuk imunisasi bagi masyarakat.

"Kita beruntung bisa dapat duluan,"ungkap dia.

Tidak Semua Dapat Menerima, Berikut Syarat dan Kriteria Lansia Penerima Vaksin Covid-19 di Jakarta

Informasi terkait vaksinasi Covid-19 tahap II terhadap kelompok lanjut usia (lansia) telah dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta melalui akun Instagram-nya.

Merangkum dari Instagram @dinkesdki, berikut syarat, cara daftar, dan lokasi vaksinasi Covid-19 di Jakarta:

Syarat lansia penerima vaksin

Menurut keterangan Dinkes DKI, tidak semua lansia dapat menerima vaksin.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved