TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Syarief Hasan menyatakan, para kader yang telah diberhentikan tetap secara tidak terhormat, tidak lagi terkait dengan partai berlambang bintang mercy itu.
Sehingga, Syarief menegaskan, mereka yang telah dipecat tidak boleh lagi menggunakan atau mengatasnamakan Partai Demokrat dalam setiap manuver politik yang dilakukan.
Dilansir Kompas.com, hal itu disampaikannya menanggapi isu pengambilalihan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), selaku ketua umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang terus disuarakan oleh para senior dan pendiri partai.
"Saya hanya mengingatkan bahwa kepada mereka yang telah dipecat untuk tidak lagi menggunakan atau mengatasnamakan Partai Demokrat lagi," kata Syarief dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (27/2/2021).
Syarief kemudian menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh beberapa pendiri Partai Demokrat, yang ikut mendukung terjadinya KLB di kepemimpinan AHY.
Syarief menyatakan, sikap itu bertentangan dengan organisasi pendiri partai.
"Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang lain, itu merupakan salah satu langkah yang melanggar organisasi forum komunikasi dan deklarator sendiri," paparnya.
Baca: Mengenang Perjalanan Karier Ng Man Tat, Pemeran ‘Paman Boboho’ Sekaligus Sahabat Stephen Chow
Baca: Bintang Film Shaolin Soccer, Ng Man Tat Meninggal Dunia Karena Kanker Hati
Selain itu, menurut Syarief, tidak semua yang menyatakan sikap mendukung KLB adalah pendiri partai.
Ia memaparkan, orang yang menamakan pendiri itu sebenarnya hanya sau dua orang saja.
"Yang lainnya itu bukan pendiri dan hanya memasang label, membikin label memasang di dirinya sendiri," tandasnya.
Selain itu, Herzaky Mahendra putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat menyatakan, KLB yang didengungkan segelintir pihak, sifatnya inkonstitusional dan ilegal.
Karena, KLB tersebut tidak sesuai dengan AaD/ART Partai Demokrat.
Baca: 44 Hari Lagi Ramadhan Tiba, Yuk Ketahui Doa dan Amalan Sunnahya
Baca: Anarki di Jalanan Myanmar saat Massa Pendukung Junta Militer Menyerang Demonstran Antikudeta
"Di AD/ART sudah sangat jelas tercantum yang meminta dan mengusulkan KLB itu hanya ada dua cara. Cara pertama, diusulkan oleh majelis tinggi partai (MTP) yang ketuanya adalah Susilo Bambang Yudhoyono," sebut Herzaky.
"Jadi Sudah cukup jelas bahwa syarat pertama tidak mungkin karena Pak SBY sudah menyampaikan di video bahwa beliau tidak mendukung KLB," imbuhnya.
Herzaky juga menegaskan, hingga saat ini ketua DPD dan DPC se-Indonesia yang sudah mendapatkan SK, dan tervalidasi dari DPP Partai Demokrat telah menyatakan kesetiaannya kepada AHY.
Baca: Anarki di Jalanan Myanmar saat Massa Pendukung Junta Militer Menyerang Demonstran Antikudeta
Baca: Outfit Selvi Ananda Capai Puluhan Juta Saat Dampingi Gibran Pelantikan, Kenakan Sepatu Merek Italia
Baca: Nurdin Abdullah Ternyata Punya Harta Rp 51,3 M, Paling Banyak Aset Tanah di Makassar hingga Soppeng
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya, KOMPAS,COM/Dian Erika Nugraheny)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Majelis Tinggi Demokrat Sebut Tak Semua yang Dukung KLB Merupakan Pendiri Partai"