Apa Itu Festival Cap Go Meh? Simak Asal Usul Perayaan Chinese Valentine's Day di Indonesia

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).


zoom-inlihat foto
cap-go-meh-2021-jatuh-pada-hari-ke-15-setelah-perayaan-tahun-baru-imlek-2572.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ FILE
CAP Go Meh 2021, Jatuh pada Hari ke-15 Setelah Perayaan Tahun Baru Imlek 2572.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perayaan Cap Go Meh di Indonesia tidak kalah meriah dengan perayaan Imlek.

Kota Singkawang misalnya, terkenal dengan festival Cap Go Meh yang mampu menarik wisatawan dalam maupun luar negeri.

Uniknya penyebutan kata 'Cap Go Meh' sebenarnya hanya populer di Indonesia.

Di negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura nama festival ini berbeda.

Berikut adalah lima fakta seputar perayaan Cap Go Meh:

Baca: Penjelasan Tentang Kenapa Setiap Tahun Baru Imlek Selalu Hujan, Faktor Cuaca atau Sebuah Rezeki?

Lampion dan ornamen imlek menghiasi Mal Taman Anggrek di Jakarta, Kamis (28/1/2021). Jelang tahun baru imlek 2572, berbagai hiasan khas Tionghoa mulai mewarnai pusat perbelanjaan di ibukota.
Lampion dan ornamen imlek menghiasi Mal Taman Anggrek di Jakarta, Kamis (28/1/2021). Jelang tahun baru imlek 2572, berbagai hiasan khas Tionghoa mulai mewarnai pusat perbelanjaan di ibukota. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

1. Arti Nama Cap Go Meh

Kata 'Cap Go Meh' diserap dari Bahasa Hokkian.

'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

Baca: Rayakan Tahun Baru Imlek di Singkawang, 5 Kuliner Legendaris Ini Tak Boleh Dilewatkan

2. Sejarah Cap Go Meh

Cap Go Meh diprediksi sudah dirayakan sejak 2.000 tahun yang lalu, sejak zaman Dinasti Han (206 Sebelum Masehi- 25 Masehi) ketika biksu Budha harus membawa lentera untuk ritual indah.

Mereka kemudian menerbangkan lentera tersebut, sebagai simbol untuk melepas nasib masa lalu yang buruk dan menyambut nasib baik untuk masa mendatang.

Dari sini mengapa Cap Go Meh identik dengan lentera.

3. Hari Kasih Sayang Versi China

Disebut Hari Kasih Sayang versi China lantaran pada zaman dahulu, perempuan yang belum menikah tidak diperkenankan meninggalkan rumah seorang diri kecuali pada perayaan Cap Go Meh.

Sehingga beberapa hari perayaan ini menjadi waktunya bersosialisasi dengan semua orang, terutama lawan jenis calon pasangan hidup.

Menyalakan lentera juga identik dengan tanda atau harapan akan mendapat kehidupan percintaan yang lebih baik.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 7 Februari 1906 - Kelahiran Puyi, Kaisar Terakhir Tiongkok

4. Akhir Dari Hal Tabu di Perayaan Imlek





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved