Kerumunan yang Sambut Jokowi di Maumere Jadi Polemik, DPR: Jangan Salahkan Rakyat Tak Taat Prokes

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani sebut pejabat harusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi rakyat untuk terapkan prokes.


zoom-inlihat foto
jokowi-buat-kerumunan-massa-di-maumere-ntt.jpg
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Tangkapan layar video kerumunan warga sambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Maumere, NTT, yang beredar di media sosial.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Video Jokowi datang ke Maumere, NTT yang sebebkan kerumunan massa terus menjadi perbincangan hangat.

Banyak pihak menyampaikan kekecewaannya, namun ada juga pihak yang mengatakan dukungan.

Sebelumnya, dr Tirta Hudhi juga turut menyoroti kerumunan yang disebabkan oleh Presiden Jokowi.

dr Tirta menilai jika Jokowi tak patut disalahkan.

Pasalnya, warga datang karena antusiasme mereka sendiri, bukan karena ajakan dari Jokowi.

Di sisi lain, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Netty Prasetiyani mengingatkan agar para pejabat dan tokoh masyarakat harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk menaati protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan Netty soal kerumunan Presiden Jokowi di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2/2021).

"Rakyat harus dihimpun dan digerakkan dengan leadership dan keteladanan. Jika pejabat pemerintah tidak menunjukkan keteladanan, maka jangan salahkan rakyat jika tidak taat prokes dan bersikap masa bodoh," kata Netty saat dihubungi, Rabu (24/2/2021).

Viral potongan video yang menunjukkan kunjungan Presiden Joko Widodo di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerumunan warga.
Viral potongan video yang menunjukkan kunjungan Presiden Joko Widodo di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerumunan warga. (Twitter)

Netty berpendapat, tidak pantas apabila pejabat publik menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Sebab, kasus positif Covid-19 masih terus meningkat setiap harinya dengan prediksi dapat melampaui angka 1,7 juta kasus pada akhir 2021.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu mengatakan, pejabat pemerintah seharusnya menyiapkan langkah antisipatif agar kegiatan yang mereka buat tidak memicu kerumunan masyarakat.

"Jika kegiatannya membagi-bagi atau melempar barang, tentu saja rakyat yang memang sedang kesulitan ekonomi akan berebut mendapatkannya," kata dia.

Ia pun mengusulkan agar dipikirkan bentuk kegiatan lain yang lebih humanis, kreatif dan mendidik, sehingga protokol kesehatan terjaga dan rakyat pun aman.

Diberitakan sebelumnya, video kerumunan warga menyambut kedatangan Jokowi di Maumere untuk meresmikan Bendungan Napun Gete beredar di media sosial.

Baca: Sudah Diingatkan, Presiden Jokowi Nekat Jalan di Sawah Sendirian saat Hujan Petir, Viral di Medsos

Baca: dr Tirta Nilai Sanksi untuk Kerumunan yang Disebabkan Jokowi di Maumere NTT Tak Relevan Ditegakkan

Dalam video itu, Warga berkerumun menyambut kedatangan Presiden.

Warga bersorak, bertepuk tangan, melambaikan tangan, dan mengabadikan momen menggunakan ponsel.

Meski menggunakan masker, warga terlihat tak menerapkan jaga jarak.

Melalui atap mobil yang terbuka, Jokowi nampak menyapa warga.

Ia mengenakan masker hitam dan melambaikan tangan ke masyarakat.

Jokowi sempat terlihat mengetuk-ngetukan tangan ke masker yang ia kenakan, seakan mengingatkan tentang penggunaan masker.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved