Juan Manuel Fangio

Juan Manuel Fangio adalah pembalap Argentina yang disebut sebagai pembalap F1 terbaik sepanjang masa.


Juan Manuel Fangio
grandprixhistory.org
Juan Manuel Fangio 

Juan Manuel Fangio adalah pembalap Argentina yang disebut sebagai pembalap F1 terbaik sepanjang masa.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juan Manuel Fangio adalah pembalap berkebangsaan Argentina yang menjuarai F1 lima kali (1951, 1954, 1955, 1956 dan1957).

Juan Manuel Fangio disebut sebagai pembalap F1 terbaik sepanjang masa karena menjuarai F1 dengan lima tim berbeda (Alfa Romeo, Ferrari, Mercedes-Benz dan Maserati).

Mendapat julukan El Chueco atau Si Kaki Bengkok dan El Maestro atau The Master.

El Maestro juga masih memegang rekor pembalap F1 dengan persentase kemenangan tertinggi (46,15 persen), memenangkan 24 dari 52 race yang diikuti.

Karier Juan Manuel  Fangio terhitung telat, memulai balapan di F1 pada umur lebih dari 40 tahun, namun dengan performa mengagumkan. [1]

Juan Manuel Fangio pembalap F1 Argentina
Juan Manuel Fangio pembalap F1 Argentina (Wikicommons)

  • Kehidupan


Juan Manuel Fangio lahir pada 24 Juni 1911 di Balcare, Argentina.

Dinamai Juan karena lahir pada Hari San Juan.

Fangio adalah anak keempat dari enam bersaudara.

Sang ayah bernama Loretto Fangio, seorang pengecat rumah dan tukang batu, sedangkan ibunya bernama Herminia.

Orangtuanya merupakan imigran dari Italia.

Fangio mulai bersekolah pada umur enam tahun.

Ketika berumur 11 tahun, Fangio sudah magang di bengkel pengerjaan logam dan ditempatkan di garasi otomotif.

Fangio terpesona dengan dunia otomotif ketika membersihkan bagian-bagian mobil dan mengobservasi fungsi-fungsinya.

Pada umur 13 tahun, Fangio bekerja di dealer Miguel Viggiano Studebaker sebagai trainee mechanic.

Agensi ini juga menyiapkan mobil balap, sehingga memperluas pengetahuan mekaniknya.

Fangio juga ditugaskan mengantar mobil (menggunakan truk) ke kota-kota terdekat.

Jalan-jalan yang dilaluinya memliki banyak tantangan, tetapi Fangio sangat menyukai pekerjaan tersebut.

Fangio diyakinkan sang majikan agar tidak mengambil gaji sampai akhir tahun pertamanya bekerja.

Majikannya kemudian memberi Fangio sebuah mobil empat silinder, buatan Overland.

Mobil ini menjadi awal petualangannya di dunia roda empat.

Sayangnya, Fangio menderita radang selaput dada dan harus berbaring di tempat tidur selama hampir setahun.

Setelah sembuh, Fangio mengikuti wajib militer dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat serta kuat.

Sang ayah kemudian memberinya sebidang tanah di mana Fangio kemudian membuka bengkel.

Bengkel ini segera menjadi tempat favorit berkumpul teman-temannya dan para penggemar mobil. [2]

  • Awal Karier


Debut Fangio di balap roda empat terjadi pada 1936.

Kala itu, Fangio dan teman-temanya meminjam taksi Ford 1929 dan mengubahnya agar dapat dipakai di balap dirt track.

Fangio menggunakan nama samaran 'Rivadavia' agar orangtuanya tidak tahu hobi barunya yang berbahaya ini.

Fangio berhasil menduduki posisi ketiga sebelum drive shaft-nya rusak dan mengakhiri debutnya.

Mulai dari sini, Fangio sudah kecanduan balapan.

Pada 1939, Fangio mengikuti balap Carrera, yakni balap jarak jauh sampai berhari-hari, melewati jalan pegunungan.

Kemenangan pertamanya diraih pada 1940 di the Gran Primio Internacional del Norte.

Fangio berhasil menjuarai Carrera pada 1940 dan 1941.

Perang Dunia Kedua yang berlangsung pada sampai 1945 menahan karier Fangio di dunia balap.

Balap kembali digelar pada 1947 ketika Fangio sudah berusia 35 tahun.

Setahun setelahnya, Presiden Juan Peron meminta Fangio untuk balapan di Eropa bersama teman dan rivalnya, Oscar Galvez, dalam sebuah tim Grand Prix yang disponsori pemerintah Argentina.

Mereka berdua berhasil memenangkan berbagai race penting di Eropa.

Pemerintah Argentina kemudian membeli Maserati untuk balap musim 1949.

Fangio berhasil memenangkan lima race.

Pada Agustus, Fangio kembali ke Argentina sebagai pahlawan dan diterima Juan Peron di istana kepresidenan. [3]

  • Formula One


Juan Manuel Fangio membalap di F1 pada 1950 bersama Alfa Romeo menggunakan Alfettas yang terbukti mendominasi.

Fangio berhasil memenangkan tiga race yaitu di Monaco, Spa dan Reims-Geux.

Namun, Fangio juga gagal finis tiga kali dan terpaksa puas menjadi runner-up musim 1950.

Pada musim 1951, Fangio memenangkan tiga race di Swiss, Prancis dan Spanyol.

Fangio finis di posisi kedua di Silverstone karena mobilnya boros bahan bakar, sehingga harus dua kali mengisi bahan bakar.

Fangio juga finis kedua di Nurbruging setelah bertarung dengan Alberto Ascari.

Fangio berhasil menjuarai F1 pada 1951.

F1 musim 1952 menggunakan spesifikasi mobil Formula Two.

Alfa Romeo tidak mempunyai mobil yang sesuai spesifikasi dan memutuskan tidak mengikuti balapan.

Hal ini membuat Fangio tidak mendapatkan mobil dan terpaksa absen dari F1 sampai Juni.

Fangio kemudian bersedia membalap untuk Maserati untuk non-championship race di Monza.

Namun, karena melewatkan penerbangan, Fangio memutuskan pergi ke Monza dari Lyon pada malam hari melewati jalan pegunungan.

Fangio sampai di Monza setengah jam sebelum balapan dimulai.

Hal ini membuat Fangio sangat kelelahan dan kehilangan kontrol mobilnya pada lap kedua.

Fangio crash yang menyebabkan dirinya terlempar dari mobil dan dibawa ke rumah sakit di Milan.

Fangio menjalani masa penyembuhan di Argentina. [4]

Pada musim 1953, Fangio sudah bisa kembali balapan bersama Maserati dan berhasil menyelesaikan musim di peringkat kedua.

Fangio selalu dapat membuat para mekanik loyal padanya dengan janji akan memberikan bagian 10 persen dari tiap hasil kemenangannya.

Pada sesi latihan GP Italia, Fangio mengeluh ada getaran di mobilnya.

Pada saat race, getaran tersebut hilang karena mekaniknya menukar mobil Fangio dengan mobil rekan setimnya, Bonetto.

Musim selanjutnya, Fangio Pindah ke Mercedes dan menjuarai F1 dengan spektakuler.

Fangio memenangkan delapan dari 12 race, termasuk race brutal di Argentina yang suhunya sangat panas. [5]

Fangio pindah ke Ferrari pada 1956.

Enzo Ferrari dan Fangio tidak mempunyai hubungan yang baik, meskipun Fangio sukses di tim kuda jingkrak.

Fangio mengambil alih mobil rekan setimnya ketika mesin mobilnya rusak di race Argentina, Monaco dan Italia.

Konsekuensinya, poin pun dibagi dua pembalap.

Fangio berhasil menjuarai F1 1956.

Pada 1957, Fangio kembali ke Maserati dan mengawali musim dengan hat-trick kemenangan di Argentina, Monaco dan Prancis.

Fangio berhasil mempertahankan gelar juaranya dan memutuskan pensiun dari F1 pada 1958. [6]

  • Kematian


Juan Manuel Fangio meninggal di Buenos Aires pada 17 Juli 1995 karena gagal ginjal dan penumonia.

Fangio dimakamkan di kota tempat tinggalnya, Balcare. [7]

(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)



Nama Juan Manuel Fangio
Lahir Balcare, 24 Juni 1911
Meninggal 17 Juli 1995
Dikenal sebagai Pembalap Formula One
Menjuarai F1 pada 1951, 1954, 1955, 1956 dan 1957


Sumber :


1. wikivisually.com
2. www.jmfangio.org
3. www.grandprixhistory.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved