Hilangnya Ri pada tahun lalu telah memicu rumor, dengan spekulasi dia menghilang karena kehamilan atau karena virus corona.
Pada Oktober tahun lalu dia dikhawatirkan sakit atau bahkan dieksekusi karena dia tidak terlihat di depan umum selama sepuluh bulan.
Sebelumnya, Hong Min, direktur divisi penelitian Korea Utara di Korea Insitute for National Unification (KINU), mengatakan: “[Hilangnya] bisa jadi karena Covid-19… Sebagai seorang ibu dengan anak kecil, berpartisipasi dalam kegiatan publik berisiko berpotensi infeksi.
Kala itu Kim Jong Un juga sangat sarang tampil di depan publik.
Baca: Beberapa Hari setelah Pangkatnya Diturunkan, Adik Kim Jong Un Lontarkan Kritik kepada Korsel
Kim Jong Un juga menghilang selama beberapa bulan tahun lalu, yang memunculkan banyak spekulasi bahwa dia tidak sehat.
Korea Utara mengklaim bebas virus korona karena negara itu belum merilis angka kasus apa pun.
Namun, negara tersebut telah mengambil langkah drastis untuk mencegah virus, dengan pembatasan ketat di perbatasannya.
Pekan lalu Korea Utara memesan hampir dua juta dosis vaksin virus corona, meskipun negara itu secara resmi bebas Covid.
Tahun lalu diktator Korea Utara Kim Jong Un memuji "kesuksesan gemilang" negara itu dalam menangani pandemi, dengan mengatakan mereka telah "mencegah masuknya virus ganas dan mempertahankan situasi yang stabil".
(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)