TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan, tetap akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di bulan Ramadan tahun ini.
Presiden Jokowi menyebut vaksinasi di bulan puasa akan dilakukan di malam hari bagi umat muslim.
Sementara itu, vaksinasi tetap akan dilakukan pada siang hari, namun dikhususkan di daerah-daerah yang non-muslim.
"Bulan puasa mungkin kita tetap akan vaksinasi yaitu di malam hari, akan kita lakukan vaksinasi tetap di malam hari, kemudian yang kedua yang disiang hari yang daerah-daerah yang non-muslim," kata Jokowi saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/2/2021), yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, pada Sabtu (20/2/2021).
Seperti yang diketahui bulan Ramadan merupakan bulan bagi masyarakat Muslim untuk menunaikan ibadah puasa.
Seakan menjawab pertanyaan yang selama ini beredar, yakni apakah vaksinasi di siang hari saat masih menjalankan puasa bisa membatalkannya?
Baca: Presiden Jokowi Sebut Indonesia Harus Bisa Berhasil Berebut Vaksin dengan 215 Negara di Dunia
Jokowi menyatakan akan tetap melakukan vaksinasi Covid-19 di bulan puasa, namun berjalan di malam hari.
Mudik
Sementara itu mengenai mudik 2021, Jokowi mengaku belum menentukan kebijakan pemerintah terkait mudik.
Koordinasi antar Menko masih dilakukan.
"Dan mengenai mudik, ini masih dibicarakan dengan antar Menko, apakah seperti tahun lalu," ucap Jokowi.
Sosialisasi Vaksinasi Covid-19
Jokowi juga menyinggung tentang sosialisasi vaksinasi Covid-19.
Mantan Gubernur Jakarta tersebut menyebut vaksinasi masih kurang dalam hal sosialisai.
Baca: Warga NTT yang Panik & Sembunyi di Hutan akibat Takut Disuntik Vaksin Covid-19 Mulai Pulang ke Dusun
Baca: Alasan Pemerintah Tetapkan 5 Kelompok Ini Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
"Ini memang vaksin ini sosialisi kita memang hanya menjelaskan, oh vaksin itu aman, vaksin itu halal, ternyata dari yang kita lakukan ke pedagang pasar, 10 pedagang yang kita tanya yang mau divaksin hanya 3, yang 7 tidak mau," ucapnya.
"Tapi saya lihat tadi waktu di tanah abang semuanya berbondong-bondong karena begitu yang 1 berani, 2 berani, 3 berani yang lain mengikuti, ini yang bagus disitu," tuturnya.
"Ini memang kurang sosialisi, jadi yang dulunya dia gak mau menjadi mau, sehingga, saya gak tahu, terbawa duduk di kursi yang sudah sediakan, karena kita melakukannnya di tempat, di lokasi, itu pengaruh sekali saya kira suntikan dilokasi itu penting," kata ayah Kaesang tersebut.
Vaksin Merah Putih
Selain itu, Jokowi juga menyebut bahwa pemerintah mengupayakan agar vaksin merah putih yang merupakan buatan dalam negeri bisa segera diproduksi.
Akan tetapi, kakek Jan Ethes ini mengakui pembuatan vaksin merah putih tak bisa terlalu didorong.
"Ini kita dorong terus, agar, kita juga tidak bisa menekan atau mendorong terlalu kencang, karena prosesnya ini tahapan-tahapannya ada ketemu vaksinnya, platformnya berbeda, kemudian diberikan Bio Farma ada tahapan uji klinis, urutan-urutannya tidak bisa dikejar-kejar," kata Jokowi.
Baca: PBB Kritik Keras Distribusi Vaksin Covid-19 : Tidak Adil, Ada 130 Negara Belum Terima Dosis
Jokowi juga mengungkap bahwa vaksin merah putih 100 persen merupakan buatan Indonesia sendiri.
"Ini pengalaman pertama Indonesia membuat vaksin full 100 persen dari nol sendiri, vaksin merah putih. Kalau yang lain-lain join, ini lebih mudah. Ini full kita sendiri 100 persen, vaksin merah putih," imbuhnya.
Reshuffle Kabinet
Sementara di penghujung acara bincang bersama pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi ditanya tentang reshuffle kabinet.
Baca: Inilah 5 Menteri dengan Kekayaan Triliunan di Kabinet Indonesia Maju: Sandiaga Terkaya Diikuti Erick
Jokowi menjawab tidak akan ada lagi pergantian kabinet.
Jokowi menegaskan, saat ini pemerintah tengah berfokus untuk menangani wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Wah Ndak-Ndak Ada, Kita Ngurus Pandemi ini, Reshuffle lagi, siapa lagi itu... referensinya siapa? Ndak, Saya jawab tegas Ndak Ada”, kata Jokowi sambil tertawa dan geleng-geleng kepala saat menjawab pertanyaan dari salah satu pemimpin redaksi media nasional yang hadir di acara tersebut.
(TribunnewsWiki.com/Rakli)