PBB Kritik Keras Distribusi Vaksin Covid-19 : Tidak Adil, Ada 130 Negara Belum Terima Dosis

Pimpinan PBB tersebut menuntut upaya global, untuk membuat semua orang di setiap negara divaksinasi secepat mungkin


zoom-inlihat foto
str-afp.jpg
STR / AFP
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - PBB kritik tajam distribusi vaksin Covid-19 yang dianggap tidak adil, ada 130 negara belum terima dosis vaksin.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara tajam mengkritik distribusi vaksin Covid-19 yang disebutnya sangat tidak merata dan tidak adil.

Hingga kini, ada 10 negara telah memesan 75 persen dari semua dosis vaksin yang tersedia.

Sementara, 130 negara lain masih belum menerima satu dosis pun vaksin Covid-19.

Pimpinan PBB tersebut menuntut upaya global, untuk membuat semua orang di setiap negara divaksinasi secepat mungkin .

"Pada saat kritis ini, ekuitas vaksin adalah ujian moral terbesar di hadapan komunitas global," kata Guterres dalam pertemuan tingkat tinggi dewan keamanan PBB pada Rabu (17/2/2021) melansir Guardian.

Guterres menyerukan rencana vaksinasi global, dengan menyatukan mereka yang memiliki kekuatan guna memastikan distribusi vaksin merata.

Yakni mulai dari ilmuwan, produsen vaksin dan mereka yang dapat mendanai upaya tersebut.

Dia pun meminta G20 untuk membentuk gugus tugas darurat agar membuat rencana dan mengoordinasikan pelaksanaan dan pembiayaannya.

Dia berharap pertemuan G7 (negara industri besar - Amerika Serikat (AS), Jerman, Jepang, Inggris, Prancis, Kanada dan Italia), pada Jumat (19/2/2021) dapat menciptakan memobilisasi sumber daya keuangan yang diperlukan.





Halaman
1234
Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved