Banyak Warga Stres dan Terisolasi selama Pandemi, PM Jepang Tunjuk Menteri Kesepian, Ini Tugasnya

Penunjukan itu dilaukan setelah pandemi mulai berdampak buruk pada kesehatan mental


zoom-inlihat foto
sekretaris-kabinet-jepang-yoshihide-suga.jpg
PERS JIJI / AFP
ILUSTRASI Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tunjuk Menteri Kesepian --- (FILES) Dalam foto file ini diambil pada 18 Juni 2019 Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga berbicara selama konferensi pers, setelah gempa 6,8 skala Richter melanda barat laut Jepang, di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo. Ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri karena masalah kesehatan pada 28 Agustus 2020, perhatian tertuju pada siapa yang dapat menggantikan perdana menteri yang paling lama berkuasa di negara itu, tanpa konsensus yang jelas tentang seorang kandidat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dilaporkan telah menunjuk seseorang untuk menjabat sebagai Menteri Kesepian.

Tugasnya adalah mengatasi isu kesepian dan isolasi sosial yang telah menjadi dampak sampingan pandemi virus corona, sebagaimana diberitakan News 18, Selasa (16/2/2021).

Selama pandemi, pembatasan ketat pada mobilitas dan interaksi sosial telah berdampak buruk pada kesehatan mental.

Karena hal itu, semakin banyak orang merasa stres, terisolasi dan kesepian.

Di Jepang, pandemi dan segala sesuatu yang ditimbulkannya, menyebabkan peningkatan jumlah kasus bunuh diri.

Untuk waktu yang lama, Jepang memiliki salah satu tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, menurut The Japan Times.

Namun, angkanya telah turun dalam satu dekade terakhir.

Akan tetapi pandemi menggagalkan kerja keras selama bertahun-tahun, karena angka itu melonjak untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

Parahnya, angka bunuh diri jauh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

Menurut data pemerintah, 20.919 orang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2020, 3,7% lebih banyak dibandingkan tahun 2019.

Baca: Dituduh Berhubungan Tak Pantas dengan Siswinya, Kepsek Nyaris Bunuh Diri di Depan Ratusan Siswa

Baca: Setelah Dapat Vaksinasi Covid-19, Pedagang Pasar Tanah Abang: Jangan Takut untuk Divaksin

FOTO: Ilustrasi seseorang ingin melompat dari jembatan dan diduga ingin bunuh diri
FOTO: Ilustrasi seseorang ingin melompat dari jembatan dan diduga ingin bunuh diri (Pixabay - rebcenter-moscow / 25 foto)

Dengan mengingat semua ini, Suga menunjuk menteri revitalisasi regional Tetsushi Sakamoto sebagai Menteri Kesepian paruh waktu untuk menangani masalah isolasi sosial dan kesepian di antara warga.

Data dari pemerintah juga menunjukkan bahwa lebih banyak wanita meninggal karena bunuh diri pada tahun 2020 dibandingkan dengan pria.

Menurut laporan, wanita lebih banyak menderita stres terkait isolasi daripada pria.

"Wanita lebih menderita dari isolasi (daripada pria), dan jumlah kasus bunuh diri sedang meningkat. Saya harap Anda akan mengidentifikasi masalah dan mempromosikan langkah-langkah kebijakan secara komprehensif," kata Suga kepada Sakamoto dalam sebuah pertemuan.

Baca: Angka Kemiskinan di Indonesia Meroket di Tengah Pandemi, Kembali Sentuh Angka 10 Persen

Baca: Dampak Gempa Besar Jepang, 80 Orang Cedera, Jalan Tol Joban Tohoku Ditutup Satu Jalur

ILUSTRASI - Peserta membawa bunga saat upacara peringatan 75 tahun korban bom atom di Peace Memorial Park di Hiroshima pada 6 Agustus 2020. Jepang pada 6 Agustus 2020 menandai 75 tahun sejak serangan bom atom pertama di dunia, dengan pandemi virus corona COVID-19 memaksa pengurangan skala upacara tahunan untuk memperingati para korban.
ILUSTRASI - Peserta membawa bunga saat upacara peringatan 75 tahun korban bom atom di Peace Memorial Park di Hiroshima pada 6 Agustus 2020. Jepang pada 6 Agustus 2020 menandai 75 tahun sejak serangan bom atom pertama di dunia, dengan pandemi virus corona COVID-19 memaksa pengurangan skala upacara tahunan untuk memperingati para korban. (Philip FONG / AFP)

Perdana Menteri Jepang juga berencana untuk mengadakan forum darurat pada bulan Februari agar para ahli membahas situasi serius dan menyarankan langkah-langkah yang dapat meringankan masalah yang dihadapi masyarakat.

Ia juga berharap dapat mempromosikan kegiatan di antara orang-orang yang dapat menghilangkan kesepian dan meningkatkan interaksi sosial.

Jepang bukan satu-satunya negara yang mengadopsi kebijakan kesepian.

Pada 2018, pemerintah Inggris juga mengangkat menteri kesepian karena masalah di kalangan generasi tuanya.

Namun di Jepang, masalah ini menimpa orang-orang dari semua generasi, kelompok umur dan jenis kelamin.

Angka Bunuh Diri di Jepang Sempat Turun





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved