Hari Ini dalam Sejarah 16 Februari: Fidel Castro Disumpah sebagai Perdana Menteri Kuba

Fidel Castro memimpin perang gerilya yang membuat diktator sayap kanan Fulgencio Batista melarikan diri.


zoom-inlihat foto
fidel-castro-tahun-1978.jpg
Wikimedia Commons
Fidel Castro tahun 1978.

Fidel Castro memimpin perang gerilya yang membuat diktator sayap kanan Fulgencio Batista melarikan diri.




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fidel Castro disumpah sebagai Perdana Menteri Kuba pada 16 Februari 1959 atau tepat 62 tahun silam.

Sebelumnya, Fidel Castro telah memimpin kampanye gerilya yang memaksa diktator sayap kanan Fulgencio Batista mengasingkan diri.

Dia kemudian menggantikan Miro Cardona yang lebih moderat sebagai kepala pemerintahan sementara di negara itu.

Fidel Castro memegang jabatan perdana menteri hingga tahun 1976. Dia meninggal di Havana, Kuba, tanggal 25 November 2016 dalam usia 90 tahun.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 15 Februari 1903: Boneka Teddy Bear Dijual Perdana

Sukarno dan Castro tahun 1960.
Sukarno dan Castro tahun 1960. (Wikimedia Commons)

  • Menggulingkan Batista #


Fidel Castro lahir di Kuba tanggal 13 Agusturs 1926 sebagai putra Ángel Castro y Argiz, seorang imigran dari Spanyol, dan Lina Ruz González.

Dia mendapat pendidikan di Sekolah Hukum di Universitas Havana dan tertarik kepada politik.

Pada tahun 1947 dia ikut dalam usaha penggulingan Jenderal Rafel Trujilo yang gagal.

Setelah lulus tahun 1950, dia menjadi anggota Partai Rakyat Kuba.

Dia kemudian menjadi calon anggota DPR dari distrik Kuba.

Namun, pemilu yang sedianya digelar tahun 1952 itu gagal karena Jenderal Fulgencio menggulingkan pemerintahan Presiden Carlos Socarras dan membatalkan pemilihan.

Castro mulai mengorganisir kekuatan pemberontak untuk ganti menggulingkan Batista.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Februari: New Delhi Resmi Jadi Ibu Kota Baru India

Pada 26 Juli 1953 dia memimpin serangan ke barak militer di Santiago de Cuba, berharap bisa memicu pemberontakan yang lebih luas.

Castro kemudian ditahan dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Namun, dibebaskan tahun 1955 karena amnesti politik.

Dia pergi ke Meksiko untuk meneruskan perjuangan menggulingkan Batista. Dia mengorganisir orang-orang Kuba yang diasingkan di sana untuk menjadi kelompok revolusioner.

Pada 26 Desember 1956 Castro memimpin ekspedisi pendaratan sebanyak 81 orang ke pantai timur Kuba.

Castro dan sejumlah sukarelawan melakukan perang gerilya melawan pasukan Batista dan mendapatkan serangkaian kemenangan.

Usaha propaganda yang dilakukan Castro berhasil dan memaksa Batista melarikan diri tanggal 1 Januari 1959.[2]

  • Menjadi Pemimpin Kuba #


Castro menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata dalam pemerintahan sementara Kuba.

Presiden saat itu adalah Manuel Urrutia, seorang liberal moderat.

Castro disumpah menjadi perdana menteri tanggal 16 Februari 1959.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Februari: Perang Rusia-Jepang Dimulai dengan Serangan ke Port Arthur

Ketika Urrutia terpaksa mengundurkan diri pada bulan Juli 1959, Castro telah memegang kekuatan politik yang efektif.

AS awalany mengakui kepemimpinan Castro. Namun, AS menarik dukungannya setelah Castro mengelurkan reformasi agraria yang menasionalisasi aset AS di Kuba dan memproklamirkan pemerintahan Marxist.

Banyak warga negara kaya yang lari ke AS dan bergabung dengan CIA dalam usaha menggulingkan rezim Kuba.

Pada awal tahun 1960-an Castro menghadapi dua peristiwa besar, yakni usaha invasi ke Kuba yang gagal dan krisis rudal Kuba.

Di bawah pemerintahannya Kuba menjadi negara komunis pertama di belahan bumi barat.

Dia mengundurkan diri pada bulan Februari 2008 karena masalah kesehatan.

Castro meninggal di Havana tanggal 25 November 2016 dalam usia 90 tahun.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Februari: Perjanjian Uni Eropa Ditandatangani

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Fidel Castro menjadi perdana menteri
Tanggal 16 Februari 1959
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved