Hari Ini dalam Sejarah 13 Februari: New Delhi Resmi Jadi Ibu Kota Baru India

Sebelumnya, Ibu Kota India berada di Calicut yang berada jauh di timur.


zoom-inlihat foto
rashtrapathi-bhavan-2.jpg
Wikimedia Commons/ampersandyslexia
Rashtrapathi Bhavan, istana Presiden India di New Delhi.

Sebelumnya, Ibu Kota India berada di Calicut yang berada jauh di timur.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ibu Kota India resmi berpindah ke New Delhi pada 13 Februari 1931 atau tepat 90 tahun silam.

Meski demkian, proses pemindahan ibu kota sudah berlangsung lama, yakni sejak 12 Desember 1911.

Sebelumnya, India beribu kota di Calcutta. Ada beberapa alasan pemindahan ibu kota ini.

Salah satunya adalah karena Calcutta menjadi tempat terjadinya gerakan terhadap pemerintah kolonial.[1]

Selain itu, India juga memerlukan ibu kota yang letaknya di tengah India, berbeda dengan Calcutta yang berada jauh di timur.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Februari: Perang Rusia-Jepang Dimulai dengan Serangan ke Port Arthur

Rashtrapati Bhavan, kediaman Presiden India, salah satu landmark New Delhi
Rashtrapati Bhavan, kediaman Presiden India, salah satu landmark New Delhi (Commons.wikimedia.org)

  • Sejarah Delhi hingga abad ke-19


Delhi sudah dihuni manusia sejak sebelum milenium kedua Sebelum Masehi.

Kota ini dipercaya sebagai Indraprastha, kota milik Pandawa dalam cerita Mahabharata.

Ada delapan kota besar yang pernah ditemukan di Delhi, lima di antaranya berada di bagian selatan Delhi saat ini.

Pada tahun 736 Raja Anang Pal dari Dinasti Tomara mendirikan Lal Kot (perbentengan kota).

Prithviraj Chaucahan menaklukkan Lal Kot pada tahun 1178 dan menamainya Qila Rai Pithora.

Pada tahun 1192 Muhammad Ghori dari Afganistan mengalahkan Prithviraj Chaucan dan mendirikan dinasti muslim di India.

Ketika Ghori meninggal, seorang jenderalnya bernama Qutbuddin Aibak mengklaim kekuasaan Ghori di beberapa wilayah dan mendirikan Kesultanan Delhi.

Selama beberapa abad kemudian, Delhi dikuasai bergantian oleh dinasti orang-orang Turki dan Afgan.

Seorang keturunan Genghis Khan bernama Babur menyerbu India pada tahun 1526 dan mendirikan Imperium Mughal serta menguasai Delhi.

Dinasti Mughal menguasai Delhi lebih dari tiga abad. Namun, Mughal juga menghadapi tantangan dari Imperium Maratha, Afsharid Persia, dan Durrani.

Mereka pernah mengalahkan Mughal dan menjarah Delhi. Pada tahun 1771 Maratha menjadikan Delhi sebagai wilayah protektorat.

Raja Mughal bernama Shah Alam II kemudian dijadikan bawahan Maratha.

Pada tahun 1803 ketika berlangsung Perang Inggris-Maratha Kedua, pasukan East India Company mengalahkan pasukan Maratha di Pertempuran Delhi.

Delhi kemudian jatuh ke tangan East India Company pada tahun 1857 setelah pertempuran berdarah yang disebut Pengepungan Delhi terjadi.

Setahun setelahnya, Deli berada di bawah kendali langsung Pemerintah Inggris. Delhi kemudian dimasukkan menjadi sebuah distrik di Provinsi Punjab.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Februari: Perjanjian Uni Eropa Ditandatangani


Pada 25 Agustus 1911 Viceroy (wakil penguasa Inggris di India) Lord Hardinge mengirim surat kepada Earl of Crewe, Sekretaris Negara untuk India, di London.

Dalam surat ini Hardinge mengungkapkan bahwa pemerintahan Inggris di India jika dijalankan dari Calcutta adalah sebuah anomali.

Calcutta berlokasi jauh di pinggir timur India sehingga Hardingen kemudian menyarankan pemindahan ibu kota.

Inggris sudah menjadikan Calcutta sebagai ibu kota selama sekitar 150 tahun.

Selain itu, ada Undang-Undang Majelis India 1909 yang mengizinkan orang India dipilih sebagai anggota legislatif.

Hal ini membuat dewan legislatif India menjadi semakin penting dan British Raj membutuhkan ibu kota yang letaknya lebih ke tengah India.

Selain itu, Inggris juga menghadapi banyak resistansi di Calcutta dan menjadikannya tidak cocok sebagai pusat pemerintahan.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pria Australia Menemukan Bongkah Emas Alami 72 Kg di Bawah Pohon

Bahkan, pada tahun 1905 Inggris harus membagi Benggala, sebuah provinsi besar dan kuat yang berpusat di Calcutta, menjadi dua agar dapat melemahkan resistansi terhadap pemerintahan kolonial.

Rencana pemindahan ini mendapat persetujuan dari para pejabat senior Inggris dan Raja George V.[4]

Namun, diskusi dan rencana pemindahan ini tertutup atau menjadi rahasia.

Delhi kemudian dipilih sebagai calon ibu kota karena punya komunikasi yang baik, iklim yang bagus, dan dekat dengan Shimla (ibu kota musim panas).

Delhi juga dekat dengan pusat perdagangan di Bombay dan Karachi.

Selain itu, Delhi punya hubungan dengan epik Mahabharata dan pernah menjadi ibu kota Mughal.

Meskipun ada beberapa keberatan kecil, Sekretaris Negara untuk India setuju memindahkan ibu kota.

Raja George V kemudian mengumumkan pemindahan ibu kota pada 12  Desember 1911.[5]

Nama “New Delhi” kemudian diberikan pada tahun 1927 dan ibu kota baru ini diresmikan pada 13 Februari 1931.[6]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Ibu Kota India resmi pindah ke New Delhi
Tanggal 13 Februari 1931
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved