Sempat Dilarang Selama 32 Tahun, Barongsai Kini Menjadi Simbol Persatuan Bangsa Indonesia

Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 mengenai larangan Tionghoa untuk menggelar seluruh kegiatan.


zoom-inlihat foto
potret-barongsai.jpg
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
potret barongsai


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meskipun sudah ratusan tahun dikenal di Indonesia, atraksi barongsai pernah dilarang selama 32 tahun pada pemerintahan Orde Baru melalui Inpres No. 14 Tahun 1967.

Perayaan Tahun Baru Imlek akhirnya kembali diperbolehkan pemerintah pada 1998-1999 ketika Reformasi bergulir.

Presiden Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 mengenai larangan Tionghoa untuk menggelar seluruh kegiatan.

Kondisi ini membuka kembali keran pertunjukan Barongsai di pesta-pesta rakyat baik dalam rangka hiburan ataupun saat perayaan hari raya tertentu.

Baca: Kue Keranjang

Dewan Pakar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Azmi Abubakar menjelaskan, suasana persatuan dan interaksi masyarakat saat menyaksikan Barongsai di pesta-pesta rakyat yang hilang puluhan tahun akhirnya kembali.

Suara dari drum membagikan penekanan serta arahan pada gerakan dan manuver dari Barongsai, sebaliknya instrumen simbal serta gong menggambarkan emosi dari Barongsai.
Pengunjung memberikan angpau pada barongsai yang berada di pusat perbelanjaan Emporium Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (25/1/2014). Pagelaran budaya Tionghoa tersebut diselenggarakan untuk menyambut Imlek 2565 dan peringatan ulang tahun ke-5 Emporium Pluit Mall. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Suara dari drum membagikan penekanan serta arahan pada gerakan dan manuver dari Barongsai, sebaliknya instrumen simbal serta gong menggambarkan emosi dari Barongsai. Pengunjung memberikan angpau pada barongsai yang berada di pusat perbelanjaan Emporium Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (25/1/2014). Pagelaran budaya Tionghoa tersebut diselenggarakan untuk menyambut Imlek 2565 dan peringatan ulang tahun ke-5 Emporium Pluit Mall. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) (Tribunnews/DANY PERMANA)

"Tahun 1967 sampai akhirnya 2000 Gus Dur mencabut larangan itu. Mereka bisa beraktivitas lagi. Saat itulah mulai cair kembali suasana yang hilang hilang 32 tahun akhirnya kembali," ujar Azmi kepada Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

Kehadiran kembali pertunjukan Barongsai sampai saat ini pada akhirnya menghadirkan semangat lama untuk membangun persatuan.

Mengingat, tradisi tersebut sudah sejak lama menjadi simbol persatuan masyarakat di Tanah Air.

"Inilah yang terjadi hari ini menurut saya. Kalau dulu rasa persatuannya kuat itu salah satunya disumbang oleh Imlek juga," ucap Azmi.

"Ketika dia hadir dulu sebelum pelarangan, itu menyatukan berbagai komponen masyarakat. Itu nilai penting bagi keberagaman kita bangsa Indonesia," pungkasnya.

Baca: Yusheng





Halaman
123
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved