Di satu sisi, mereka akan duduk di meja perundingan, namun mereka enggan melepaskan kepentingan mereka di Kepulauan itu.
Oleh karena itu, mereka akan mengambil sikap menunggu dan terus menunda untuk membuat keputusan akhir.
Mereka tidak akan memutuskan apakah akan berdamai atau pergi berperang sampai China mengambil tindakan tegas.
Menurut Peta, lokasinya di Laut China Selatan menempatkannya dekat dengan Vietnam yang merupakan negara paling kuat di wilayah tersebut.
Satu-satunya cara adalah China menyerang Vietnam, mengambil alih pulau dan menaklukkan wilayah lain hal itu akan membuatnya memiliki dominasi atas wilayah Pasifik.
3. Perang Penaklukkan Tibet Selatan 2035-2040
China dan India berbagi perbatasan yang panjang, salah satunya adalah di Tibet Selatan meski wilayah ini tidak pernah diketahui keberadaan pastinya.
Sebelumnya India jauh tertinggal dari China, dan dikatakan India akan menjadi lawan yang sulit bagi China.
Oleh sebab itu, China merencanakan penghasutan disintegrasi India, memecah belas India menjadi beberapa bagian.
Rencana kedua mengekspor senjata ke Pakistan untuk membantu menaklukkan wilayah Khasmir tahun 2035, mengalihkan perhatian supaya India berperang dengan Pakistan. Sementara China akan menguasai Tibet.
Baca: Gagal Bongkar Asal-usul Corona, WHO Disebut Sekongkol dengan China, Sembunyikan Fakta Covid-19
4. Penaklukkan kembali Pulau Diaoyu/Senkaku dan Ryukyu 2040-2045
Sama sengan kasus Spartly dan Taiwan, perebutan pulau Senkaku yang kini dikuasai Jepang juga telah dilakukan China, saat ini China terus menekan Jepang.
Saat ini pulau Ryukyu adalah milik Jepang, namun sejak zaman kuno merupakan milik China yang berada di Laut China Timur.
Sama halnya dengan Diaoyu yang merupakan tanah Tiongkok sejak zaman kuno.
China menuduh Jepang merampok kekayaan kedua pulau itu selama bertahun-tahun dan kini mereka besiap akan merebutnya kembali.
5. Penyatuan Mongolia Luar 2045-2050
Baca: Ujung Hidung Artis China Ini Membusuk dan Menghitam karena Operasi Plastik yang Gagal
Memang China mengakui kemerdekaan Mongolia, namun wilayah ini akan bernasib sama seperti Taiwan di masa depan, seperti dalam tulisan yang dimuat sumber tersebut.
China harus mengangkat masalah unifikasi dengan Mongolia Luar, dan melakukan kampanye propaganda di dalam Mongolia Luar.
China juga harus memilih kelompok yang mendukung penyatuan, membantu mereka untuk mengambil alih posisi kunci dalam pemerintahan mereka.
Untuk menyatakan Mongolia Luar sebagai kepentingan utama China setelah penyelesaian masalah Tibet Selatan pada tahun 2040