Peringatan Ahli: Dunia Tak Akan Bisa Atasi Covid-19 hingga 6 Tahun Kedepan, Vaksinasi Harus Merata

Jika masih ada negara yang tertinggal dalam vaksinasi, vaksin Covid-19 belum bisa efektif


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-buatan-sinovac-biotech.jpg
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
ILUSTRASI - Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech saat pelaksanaan vaksin untuk tenaga medis di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/20210). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pakar penyakit menular, Dr Sanjaya Senanayake, mengatakan pandemi Covid-19 masih akan terus berlanjut setidaknya hingga 6 tahun ke depan.

Hal itu ia prediksi dengan melihat laju vaksinasi global.

Kini program vaksin baru berjalan di 70 negara.

"Pada tingkat vaksinasi saat ini, diperkirakan kami tidak akan mencapai cakupan global 75% dengan vaksin selama sekitar enam tahun," katanya kepada National Press Club dikutip DailyStar, Rabu (10/2/2021).

"Bukan satu atau dua tahun tapi enam tahun."

Dia memperingatkan bahwa di 70 negara termiskin di dunia, hanya 10% orang yang akan diimunisasi pada akhir 2021.

Itu bukan hanya masalah bagi negara-negara itu, tetapi bagi seluruh dunia.

Berdasarkan sifat pandemi Covid-19, situasi tak akan lebih baik sampai virus corona dihilangkan, atau setidaknya dikendalikan di setiap bagian dunia.

Pada tahun sejak kasus pertama yang dilaporkan, SARS-CoV-2 telah bermutasi menjadi beberapa jenis yang berbeda.

Baca: Gagal Bongkar Asal-usul Corona, WHO Disebut Sekongkol dengan China, Sembunyikan Fakta Covid-19

Baca: Inilah Urutan Gejala Covid-19 yang Biasanya Sering Dirasakan oleh Pasien Terinfeksi Virus Corona

Seorang petugas kesehatan Israel memvaksinasi penduduk berusia tua. Ini adalah tanda harapan bahwa infeksi nasional, kematian dan rawat inap bisa segera mulai melihat penurunan yang berkelanjutan.
Seorang petugas kesehatan Israel memvaksinasi penduduk berusia tua. Ini adalah tanda harapan bahwa infeksi nasional, kematian dan rawat inap bisa segera mulai melihat penurunan yang berkelanjutan. (AFP VIA GETTY IMAGES/DAILY MAIL)

Mutasi akan terus berlanjut hingga penularan komunitas diturunkan ke tingkat yang dapat dikelola.

Berbicara langsung kepada Australia, yang telah memesan 50 juta dosis vaksin Oxford / AstraZeneca untuk diproduksi di Melbourne akhir tahun ini, Dr Senanayake mengatakan bahwa bangsa tersebut tidak akan melihat manfaatnya sampai negara asing juga mencapai tingkat kekebalan yang efektif.

"Jika kita melanjutkan peluncuran vaksin global ini sementara di bagian lain dunia infeksi terus tidak terkendali, maka kita akan melihat jenis yang lebih jahat muncul yang mungkin berdampak lebih jauh pada kemanjuran vaksin," katanya.

"Oleh karena itu, jika Anda percaya pada nasionalisme vaksin ... Anda juga harus merangkul altruisme vaksin dan memastikan bahwa vaksin diberikan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu ke negara berkembang."

Baca: Heboh Selebgram Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19, Dinkes Sebut Dia Bekerja di Apotek

Baca: Update Covid-19, 31.556 Orang Meninggal, Vaksinasi Nakes Ditargetkan Kelar Akhir Bulan Ini

ILUSTRASI - Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021).
ILUSTRASI - Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021). (Dok Pemkab Sleman)

Setahun yang lalu Dr Senanayake meramalkan bahwa virus corona akan menghilang selama musim panas tetapi kembali lagi di musim dingin dengan sekuat tenaga.

Pada saat itu, virus tersebut hanya menewaskan 1.500 orang dan belum menjadi masalah serius di Inggris.

Dia benar bahwa tingkat infeksi turun secara signifikan selama bulan-bulan di mana cuaca menjadi hangat, meskipun sayangnya tidak pernah hilang sama sekali.

Baca: BPOM Setujui Vaksin Covid Buatan Sinovac Diberikan kepada Lansia, Berikut Persyaratannya

Baca: Tenaga Medis di Garut Alami Kejang lalu Pingsan saat Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Kembalinya musim dingin juga menjadi kenyataan, dengan kasus-kasus meroket pada bulan Desember dan Januari.

Bahkan mendorong Pemerintah Inggris untuk menerapkan penguncian yang paling ketat.

Perdana Menteri Boris Johnson diharapkan mengungkap rencananya untuk keluar dari lockdown pada 22 Februari.

(TribunnewsWiki.com/Nur)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved