TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mayor (purn) Muhammad Saleh dijuluki senior paling kejam di Akademi Militer (Akmil).
Sosok militer itu dikenal tak pandang bulu dalam mendidik seniornya.
Bahkan, ia pernah menghukum keponakan hingga anak Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kisah tersebut Saleh bagikan lewat akun YouTube miliknya, MPS Sang Mayor Pemersatu.
Kisah Keponakan SBY, Dulu Dihukum Mayor Paling Kejam, Kini Jadi Danyonif Raider
Salah satu kisah yang baru terkuak adalah tentang keponakan SBY atau keponakan Ibu Ani yang pernah dihukum oleh taruna senior paling kejam di AKMIL pada era 1996 - 1999.
Keponakan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu atau Presiden SBY itu adalah Danang Prasetyo Wibowo. Dia kini sedang menjabat sebagai Danyonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama.
Danang juga pernah berdinas di Paspampres sekitar tahun 2015.
Danang merupakan anak dari kakak perempuannya Ibu Ani Yudhoyono, yakni Wrahasti Cendrawasih.
Saat Danang menjadi Taruna, ayah Danang yakni Kolonel Erwin Sudjono sedang menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer.
Baca: Prabowo Rapikan Kerah Baju Enzo Zenz Allie, Ini Petuah untuk Sang Taruna Akmil Keturunan Perancis
Baca: Info Terbaru Rekrutmen Taruna Akmil 2020 untuk Lulusan SMA dan Jadwal Validasi
Saleh menceritakan bahwa pada tahun 1998 dirinya sudah berpangkat Sersan Taruna karena sudah tingkat 2 di AKMIL.
Sebab Saleh masuk AKMIL pada tahun 1996 dan lulus pada tahun 1999.
Sekitar tahun 1998, Sersan Taruna M. Saleh melihat mobil Komanda Resimen Taruna AKMIL masuk ke kesatriaan AKMIL pada sore hari.
Saleh heran ada mobil Danresimen dan memilih menghentikannya persis di dekat Gereja dan Masjid AKMIL.
Dia melihat ada seseorang di bagian belakang mobil.
Ia pun lantas menanyakan siapa yang ada di belakang mobil kepada PNS yang mengemudikan mobil tersebut.
PNS tersebut mengaku tidak membawa siapapun.
Saleh bertanya lagi, tetapi PNS tersebut tetap tidak mengaku.
Baca: Pendaftaran Calon Bintara PK TNI AU untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratan Lengkapnya
Ketika ditanya ketiga kalinya, barulah PNS AKMIL itu mengaku bahwa ia membawa 'Mas Danang', anak Danresimen AKMIL.
"Ya sudah , saya berikan hukuman. Hukuman ala taruna lah," kata Saleh.