Komnas HAM Trending karena Ada Ketidakpercayaan Publik, Rocky Gerung: Lembaga Ini Madu atau Racun?

Rocky Gerung turut komentari Komnas HAM karena trending di Twitter, tuturkan sikap Komnas HAM yang harus terus mengawasi jalani pemerintahan.


zoom-inlihat foto
rocky-gerung-0909.jpg
Tangkapan Layar Youtube Channel Resonansi TV
Rocky gerung tanggapi sikap Komnas HAM yang akan ssut penyebab Ustaz Maaher wafat di rutan Mabes Polri.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rocky Gerung turut memberi tanggapan soal keputusan Komnas HAM yang akan menyelidiki kematian Ustaz Maaher at-Thuwailibi.

Komnas HAM mengatakan akan lakukan penyelidikan agar peristiwa kematian Maheer menjadi jelas dan terang.

Kabar Komnas HAM melakukan penyelidikan ini lantas ditanggapi Rocky Gerung dalam vlog terbarunya dilansir pada Rabu (10/2/2021).

Rocky Gerung lantas menyoroti adanya ketidakpercayaan publik terhadap penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM.

Ketidakpercayaan itu sendiri bisa dilihat dengan banyaknya kicauan warganet di media sosial Twitter.

Atas hal ini, Rocky menilai, Komnas HAM bertindak hati-hati dan ketakutan karena dua hal.

"Individu di Komnas Ham ditekan habis-habisan oleh kekuasaan, jadi melampaui daya tahan tokoh Komnas HAM. Mungkin tekanan fisik, politik dan sebagainya."

"Atau yang kedua, Komnas HAM merupakan proxy dari kekuasaan. Mereka itu diangkat dari tukar tambah politik," jelas Rocky Gerung.

Baca: Absen di Praperadilan Penembakan FPI Tapi Tangani Kasus Maaher, Nama Komnas HAM Trending di Twitter

Baca: Komnas HAM Selidiki Penyebab Kematian Ustaz Maaher At-Thauwalibi yang Meninggal di Rutan Polri

Ia kemudian menilai, adanya penolakan tidak langsung dari masyarakat.

Dari dua hal ini, lanjut Rocky, masyarakat bisa membayangkan situasi demokrasi Indonesia ke depannya yang bisa carut-marut.

"Saat ini ada penolakan dari masyarakat sipil terhadap eksistensi dari lembaga itu, terutama Komnas HAM. Ketidakpercayaan ini biasanya disebut pembusukan politik dalam teori,"

"Hal ini berbahaya dalam krisis ekonomi, lembaga pemantau HAM berpikir dan berperilaku diplomatis. Kita harus lihat dalam satu paket, ada upaya kudeta partai demokrat dan satu paket dengan pembusukan lembaga yang harusnya dipakai untuk mengaktifkan pemikiran," beber Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, sikap Komnas HAM saat ini bak madu dan racun di tangan kiri dan kanan.

"Jadi ibaratnya tangan satu didalam kantong, tangan lainnya seolah-olah menyalakan api. Atau seperti lagu madu dan racun, jadi lembaga ini merupakan madu atau racun bagi hak asasi manusia?"

"Komnas HAM itu mandat dari masyarakat sipil, kontras dari ideologi negara. Saat Reformasi kita mendorong Komnas HAM menyuarakan masyarakat, dia mandat dari kebebasan akademis, kebebasan hukum, kebebasan pers," terang Rocky Gerung.

Dengan kondisi seperti itu, Rocky Gerung menuturkan sikap Komnas HAM yang harus terus mengawasi jalannya pemerintahan agar tak terjadi pelanggaran hak asasi.

"Komnas HAM sebetulnya watchdognya kekuasaan. Dia gak boleh sedikit pun memberi sinyal kekuasaan itu benar, dia harus mengasih sinyal kekuasaan itu potensi berbuat salah," papar Rocky Gerung.

Bahkan, Rocky menyatakan, masyarakat seharusnya mengingatkan jika Komnas HAM berdiri karena adanya energi warga sipil.

Rocky Gerung ikut komentari putusan Komnas HAM yang akan tangani kasus Maaher at-Thuwailibi
Rocky Gerung ikut komentari putusan Komnas HAM yang akan tangani kasus Maaher at-Thuwailibi (YouTube Kompas TV)

Sebelumnya, Ustaz Maheer At-Thuwalibi diketahui meninggal dunia pada Senin malam (8/2/2021) di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta.

Adapun kasa hukum Maaher, Novel Bamukmin mengatakan, kliennya menderiga radang usus akut sebelum meninggal di tahanan.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved