Keinginan Mulia Ustaz Maaher yang Belum Terwujud, Ingin Minta Maaf dan Cium Tangan Habib Luthfi

Sebelum meninggal, Ustaz Maaher sempat menangis dan mengutarakan keinginannya untuk meminta maaf langsung pada Habib Luthfi Pekalongan


zoom-inlihat foto
watimpres-habib-luthfi-bin-yahya.jpg
TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Watimpres Habib Luthfi bin Yahya mengisi silaturahmi Kebhinekaan di Kabupaten Purbalingga, Rabu (16/9/2020). Kegiatan dimulai Gereja St Agustinus, lalu ke Masjid Agung Darussalaam dan Klenteng Hok Tek Bio.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata (Ustaz Maaher) meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) malam di Rutan Mabes Polri, Jakarta.

Sebelumnya, Ustaz Maaher ditangkap polisi dan menjadi tersangka atas kasus penghinaan kepada ulama kharismatik, Habib Luthfi bin Yahya.

Pemilik nama Soni Eranata itu diketahui memiliki satu keinginan mulia yang belum terwujud.

Ia sempat menangis dan ingin meminta maaf pada Habib Luthfi.

Ia juga ingin mencium tangan Habib Luthfi.

Rasa penyesalan dan permohonan itu sempat diungkapkan Ustadz Maheer At- Tuwailibi seperti ditayangkan dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, Minggu (6/12/2020).

Pria yang bernama asli Soni Eranata ini menyesali perkataannya yang telah menghina Habib Luthfi bin Yahya yang dibilang cantik.

Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @ndorobeii pada Minggu (6/12/2020).

Dalam video itu tampak Maaher mengenakan baju oranye, khas baju tahanan, serta mengenakan peci putih.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ada maksud menghina Habib Luthfi.

Baca: Sederet Kontroversi Ustaz Maaher: Monyet Berseragam Cokelat hingga Dituding Ingin Bunuh Abu Janda

Baca: Rumahnya Sempat Mau Dikepung Ustaz Maaher, Nikita Mirzani Tetap Berdoa Baik: Semoga Dilapangkan

Sebaliknya, ia mengaku bahwa dirinya justru menghormati Habib Luthfi.

"Saya ingin sampaikan isi hati saya bahwa saya itu gak benci sama beliau. Saya tu gak membenci beliau, dan gak punya masalah sama beliau. Dan saya mencintai beliau," katanya terisak-isak.

Soni juga mengatakan, apa yang dia sampaikan di dalam tangkapan layar komentarnya yang viral adalah bentuk salah paham orang.

"Cuman, balasan komentar saya itu disalahpahami oleh banyak orang. Kemudian digiring kepada opini lain dalam tanda kutip bahwa saya menghina habib Luthfi," kata Maaher sambil menangis.

Bareskrim Polri menjelaskan materi hukum yang dipersoalkan dalam kasus ujaran kebencian terhadap Habib Luthfi bin Yahya, yang menjerat Maaher At-Thuwailibi (28).

Keterangan Polisi

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono.
Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono. (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

Baca: Profil Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang Meninggal Dunia di Rutan Bareskrim Polri

Baca: BREAKING NEWS, Ustad Maaher At-Thuwailibi Meninggal Dunia di Rutan Bareskrim Polri

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan, pernyataan yang dipersoalkan berkaitan dengan unggahan tentang cantik dan jilbab yang dialamatkan kepada Habib Luthfi, di akun Twitter @ustadzmaaher_.

"Kata kunci dalam kasus ini yaitu kata 'cantik' dan 'jilbab'."

"Karena di sini dipastikan postingannya 'Dia tambah cantik pakai jilbab kayak kiainya banser ini ya'. Jadi clue-nya di situ. Kata kuncinya," kata Brigjen Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Dalam kasus ini, kata cantik dan jilbab tidak merefleksikan Habib Luthfi yang merupakan seorang pria.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved