TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru bicara Kantor Kepresidenan Rusia atau Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan jumlah penduduk dunia yang kebal terhadap virus corona bakal mencapai 60% pada musim panas tahun ini.
Hal ini memungkinkan kembalinya kehidupan normal pada Agustus "dengan perlindungan meningkat".
Peskov menyebut hal itu sesuai dengan yang para ahli katakan.
Dia mengatakan, berdasarkan perkiraan ahli imunologi, sekitar 60% jumlah penduduk dunia harus mengembangkan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, secara alami maupun buatan.
"Bagi saya, imunisasi vaksin virus corona harus berkembang sekitar pertengahan musim panas," kata Peskov Senin, (8/2/2021), dilansir dari Kontan yang mengutip TASS.
Pada akhir Desember 2019, China memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang sebelumnya tidak dikenal di Kota Wuhan.
Baca: Presiden Tanzania Tolak Vaksin Covid-19, Klaim Ditolong Tuhan hingga Enggan Jadi Kelinci Percobaan
Sejak itu, kasus virus corona baru dilaporkan di seluruh penjuru dunia.
Pada 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi.
Menurut statistik terbaru, lebih dari 106,6 juta orang telah terinfeksi virus corona di seluruh dunia dan lebih dari 2,3 kematian akibat Covid-19.
Di Rusia, hingga saat ini, mencatat lebih dari 3,9 juta kasus virus corona terkonfirmasi, dengan angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 76.700 di seluruh negeri beruang merah.
Sementara itu, dunia sangat bergantung pada vaksin untuk menciptakan kekebalan dari corona.
Hingga saat ini ada enam vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan segera mendapat persetujuan dari WHO.
1. Sinopharm dan SinoVac, Vaksin Covid-19 buatan China
WHO tengah mempertimbangkan kemungkinan persetujuan cepat untuk dua vaksin China, yakni Sinopharm dan Sinovac.
Baca: BPOM Setujui Vaksin Covid Buatan Sinovac Diberikan kepada Lansia, Berikut Persyaratannya
Keduanya telah mengajukan ke WHO, dan tengah dilakukan peninjauan, dengan keputusan paling cepat pada Maret.
SinoVac belum merilis hasil uji coba fase III secara global.
Namun vaksinnya sudah disetujui untuk penggunaan darurat di negara-negara termasuk Brasil, Indonesia, dan Turki.
Sementara untuk Sinopharm sedang mengajukan permohonan untuk dua vaksin Covid-19.
Akan tapi kemungkinan persetujuan pada Maret hanya menyangkut yang dikembangkan oleh afiliasinya yang berbasis di Beijing, Institut Produk Biologi Beijing (BIBP), yang telah banyak digunakan untuk inokulasi di China.
2. Vaksin Johnson & Johnson