Viral Polisi Bubarkan Resepsi Pernikahan yang Undang 1.000 Tamu, Ternyata Sudah Diingatkan

Viral polisi bubarkan resepsi pernikahan yang undang 1.000 tamu undangan, ternyata sebelumnya sudah diingatkan.


zoom-inlihat foto
dokumentasi-polsek-makasar-jakarta-timurzs.jpg
Dokumentasi Polsek Makasar Jakarta Timur
Tangkapan layar video polisi membubarkan acara resepsi pernikahan di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2021). (Dokumentasi Polsek Makasar Jakarta Timur)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral polisi bubarkan pesta resepsi yang mengundang oleh 1.000 tamu undangan.

Ternyata sebelumnya kegiatan tersebut sudah diingatkan.

Kejadian ini terjadi di kawasan Jalan Haji Usman Harun, Kebon Pala, Jakarta Timur.

Kapolsek Makasar, Jakarta Timur, Kompol Syaiful Anwar, Minggu (7/2/2021), mengungkapkan, pihaknya langsung membubarkan acara resepsi tersebut.

Hal ini karena sebelumnya petugas sudah memberikan peringatan dan larangan untuk menggelar resepsi.

"Tiga hari sebelum penyelenggaraan acara itu sudah saya panggil, karena dia sudah menyiapkan tenda besar. Kemudian dia juga sudah menyebar undangan. Undangan 500 dikali dua kan biasanya 1.000 orang. Penuh itu, bisa jadi klaster baru," ucap 

Pembubaran acara resepsi ini dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB pada Sabtu (6/2/2021) kemarin.

Tangkapan layar video polisi membubarkan acara resepsi pernikahan di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2021). (Dokumentasi Polsek Makasar Jakarta Timur)
Tangkapan layar video polisi membubarkan acara resepsi pernikahan di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2021). (Dokumentasi Polsek Makasar Jakarta Timur) (Dokumentasi Polsek Makasar Jakarta Timur)

"Iya itu kemarin acaranya. Kami bubarkan jam 10.00 WIB, sebelum ramai. Masih panitia saja di lokasi," ujar Syaiful.

Bukannya tanpa alasan, hal ini dilakukan karena jumlah undangan yang ditampilkan dalam penyelenggara yang menyebabkan kesalahan protokol kesehatan, sejumlah kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Pembubaran ini dilakukan karena resepsi pernikahan yang digelar dikhawatirkan menyebabkan kerumunan yang bisa menyebarkan Covid-19 .

Syaiful mengatakan, saat ini tenda di lokasi acara sudah diberi garis polisi dan dalam proses pembongkaran.

Pihak keluarga dan panitia penyelenggara juga sudah dikelola petugas.

Baca: Rumah Sakit Penuh Pasien Covid, Ibu Hamil Ini Terpaksa Melahirkan di Depan UGD

Baca: Presiden Tanzania Tolak Vaksin Covid-19, Klaim Ditolong Tuhan hingga Enggan Jadi Kelinci Percobaan

Syaiful menambahkan, pihaknya hanya meminta meminta keluarga dan panita pernyataan surat pernyataan untuk begitu melanjutkan acara tersebut selama pandemi Covid-19.

"Pihak keluarga, penyelenggara sudah kami periksa. Sudah kita buat surat pernyataan. Karena posisinya kemarin itu kita mencegah, belum terjadi kerumunan, "kata Syaiful.

"Kalau sudah ramai itu baru kami jadikan tersangka pelanggar prokes. Kemarin belum, karena pagi langsung kami bubarkan. Hanya masih ada panitianya saja," tambah dia.

Sebagai informasi, acara tersebut sebatas pesta atau resepsi pernikahan.

Sedangkan akad nikah sudah dilangsung pada 2020 silam.

"Akad nikahnya sudah sesuai dengan yang lalu. Kemarin mereka sengaja hanya buat pesta resepsi doang," tutur Syaiful.

Baca: Diklakson saat Putar Balik, Seorang Wanita Ngamuk dan Sumpahi Pengendara Lain Kena Covid-19

Pesta Pernikahan Anaknya Dibubarkan Polisi, Kepala BPBD Limapuluh Kota: Saya Sedang Pusing

Pesta pernikahan yang digelar oleh Kepala BPBD Limapuluh Kota untuk anaknya pada Sabtu (21/11/2020) akhirnya dibubarkan polisi.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved