Kapal Perang AS Dekati Kepulauan Paracel di Laut China Selatan, Tiongkok Beri Peringatan Keras

Militer China mengklaim punya kedaulatan penuh atas pulau-pulau di Laut China Selatan


zoom-inlihat foto
us-carrier.jpg
AFP
ILUSTRASI - Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Militer China peringatkan kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berlayar di dekat Kepulauan Paracel, Laut China Selatan.

Kabar itu disampaikan langsung oleh militer.

"Pada 5 Februari, kapal perusak berpeluru kendali AS USS John S. McCain masuk tanpa izin ke perairan yang berdekatan dengan Kepulauan Xisha China tanpa izin Pemerintah China," kata Kolonel Senior Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, dikutip Kontan.

"Sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional, dan dengan sengaja mengganggu suasana damai yang nyaman, persahabatan, dan kerjasama di Laut Cina Selatan," tegas dia.

Kepulauan Paracel sendiri masih menjadi sengketa.

China mengklaim pulau yang mereka sebut sebagai Xisha itu miliknya.

Vietnam juga mengklaim Kepulauan Paracel merupakan wilayah mereka.

Kendati demikian, Tian menegaskan Beijing memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut China Selatan dan perairan yang berdekatan.

"Dan, pasukan Komando Teater Selatan PLA akan selalu waspada, dengan tegas menjalankan tugas dan misi mereka untuk menjaga kedaulatan China dan keamanan serta melindungi perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," imbuhnya.

Sementara pihak militer AS mengatakan mereka tengah menegakkan hukum internasional.

Baca: China Rugi Besar Gara-gara Militer Myanmar Kudeta Pemerintahan Aung San Suu Kyi

Baca: Logam Tanah Jarang, 17 Unsur Langka Dunia Ini Dikuasai China, Digunakan dalam iPhone hingga Jet

ILUSTRASI - Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018).
ILUSTRASI - Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018). (Dokumen Kementerian Pertahanan China)

"Operasi kebebasan navigasi ini menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan yang sah atas laut yang diakui dalam hukum internasional," kata Armada Ketujuh Angkatan Laut AS di laman resminya, Jumat (5/2).

"Dengan menantang pembatasan yang melanggar hukum pada jalur tidak berdosa yang diberlakukan oleh China, Taiwan, dan Vietnam, juga dengan menantang klaim China atas garis pangkal lurus menutupi Kepulauan Paracel," imbuh mereka.

China Sempat Kirim Pesawat Pembom

Tahun lalu, Vietnam melakukan protes keras terhadap China, menyusul hadirnya pesawat pembom H-6J di wilayah Laut China Selatan.

Protes disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri Vietnam, Kamis (20/8/2020), seperti diberitakan Tribunnews.

Vietnam mengatakan kehadiran H-6J di wilayah Kepulauan Paracel bisa membahayakan perdamaian di wilayah tersebut.

Apa lagi jika mengingat kawasan Laut China Selatan memang masih disengketakan.

"Fakta bahwa pihak terkait mengirim senjata dan pembom ke Laut Timur tidak hanya melanggar kedaulatan Vietnam, tetapi juga membahayakan situasi di daerah itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Vietnam itu menjawab pertanyaan wartawan soal keberadaan setidaknya satu pembom China di Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh China sebagai yurisdiksi mereka, di Laut China Selatan yang dikenal sebagai Laut Timur di Vietnam.

Kirim Pembom ke Pulau Woody

ILUSTRASI pesawat pembom H-6J
ILUSTRASI pesawat pembom H-6J (China Daily/mod.gov.cn)

Baca: Kapal Induk AS Ronald Reagan Dikirim ke Laut China Selatan, Gelar Operasi Pertahanan Udara Maritim





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved