Logam Tanah Jarang, 17 Unsur Langka Dunia Ini Dikuasai China, Digunakan dalam iPhone hingga Jet

Beberapa elemen tanah jarang, seperti neodymium dan dysprosium, sangat penting untuk pembuatan mobil listrik


zoom-inlihat foto
ilustrasi-17-elemen-terlangka-di-dunia-yang-dikuasai-china.jpg
pixabay.com
ILUSTRASI - 17 Elemen Terlangka di Dunia yang Dikuasai China


Perusahaan seperti Raytheon Co, Lockheed Martin Corp dan BAE Systems Plc, semuanya membuat rudal canggih, menggunakan logam tanah jarang dalam sistem panduan dan sensor mereka.

Apple Inc menggunakan elemen tanah jarang di speaker, kamera, dan apa yang disebut mesin "haptic" yang membuat ponselnya bergetar.

Sejak 2010, pemerintah dan industri swasta telah membangun timbunan tanah jarang dan komponen yang menggunakannya, menurut Eugene Gholz, mantan ahli rantai pasokan senior Pentagon.

Beberapa pemasok telah mengurangi penggunaan elemen semacam itu, katanya.

Baca: Swab Anal Digunakan untuk Deteksi Infeksi Covid-19 dan Mengurangi Hasil Pengetesan Palsu di China

Logam tanah jarang adalah sekelompok dari 17 unsur - lantanum, serium, praseodimium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, disprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, lutetium, skandium, yttrium - yang muncul dalam konsentrasi rendah di tanah.

Meskipun jumlahnya lebih banyak, logam tanah jarang sulit dan mahal untuk ditambang dan diproses dengan bersih.

China menampung sebagian besar kapasitas pemrosesan dunia dan memasok 80% logam tanah jarang yang diimpor oleh Amerika Serikat dari 2014 hingga 2017.

Data dari Survei Geologi AS menunjukkan, pada 2017, China menyumbang 81% dari produksi tanah jarang di dunia.

Para importir melakukan upaya terbatas untuk mengurangi konsumsi logam tanah jarang dan ketergantungan pada China setelah perselisihan diplomatik antara China dan Jepang pada 2010.

Baca: Tren Baru Anak Muda China, Tergila-gila Kalung Darah buat Kekasih: Ada Bahaya Mengintai

Jepang menuduh China menghentikan pasokan logam tanah jarang karena alasan politik, yang memicu pengakuan di seluruh dunia atas risiko ketergantungan pada satu pemasok. China membantah telah menghentikan pasokan.





Halaman
1234
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved