"Rasa kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi masyarakat saya dapatkan langsung ketika turun menemui mereka.
Bagi masyarakat, situasi yang menakutkan adalah kalau tidak makan sehari, dibanding dengan risiko penularan Covid-19," katanya.
Baca: Soal Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ganjar: Bukan Lockdown, Kita Sedang Belajar Disiplin
Karena itu Desi menilai, DKI harus mempertahankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini diterapkan, dibanding lockdown akhir pekan.
Kata dia, penyebaran Covid-19 terjadi kapan saja selama warga mengabaikan protokol kesehatan.
"Harus dipahami virus itu tidak mengenal hari libur, dan masa inkubasi pasien konfirmasi positif Covid-19 berada pada kisaran waktu satu pekan atau lebih," kata Desie yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.
Kasus Covid-19 di Jakarta
Kasus baru Covid-19 di Jakarta bertambah sebanyak 3.632 kasus kemarin.
Dengan demikian angka kumulatif kasus Covid-19 di DKI Jakarta kini mencapai 283.893 kasus.
Meski mengalami penambahan kasus harian, pasien Covid-19 dalam perawatan DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 754.
Total pasien dalam perawatan kini 25.277 orang. Penurunan disebabkan jumlah pasien sembuh yang jauh meningkat.
Baca: PSBB dan PPKM Dinilai Tak Efektif, Anggota DPR Fraksi PAN Usul Lockdown Akhir Pekan
Dinkes DKI Jakarta menyatakan ada 4.345 pasien sembuh kemarin, sehingga total pasien sembuh kini tercatat 254.155 pasien.
Penambahan juga terjadi pada jumlah korban meninggal akibat Covid-19. Kemarin ada 41 orang tercatat meninggal dunia akibat Covid-19 di Jakarta.
Sementara secara kumulatif korban meninggal kini berjumlah 4.461 orang.
(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Rosiana Haryanti)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wagub DKI: Lockdown Akhir Pekan Tak Bisa Diterapkan, Ini Alasannya" dan Wartakotalive "Fraksi Partai Demokrat Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Lockdown Weekend"