“Dia buat konten penyiksaan dan popularitas dan peningkatan pelanggan YouTube-nya,” tutu Hasudungan.
Masih belum diketahui tentang ada tidaknya motif ekonomi di balik pembuatan video penyiksaan monyet yang viral ini.
Pihaknya sampai saat ini masih mendalami dugaan tersebut.
“Sekarang kan bikin konten yang kontroversi untuk tingkatkan pelanggan. Dia tidak digunakan untuk topeng monyet, tapi ujung-ujungnya bisa bermotif ekonomi. Kami masih dalami motif ekonominya, ”kata Hasudungan.
Viral Pengamen Topeng Monyet di Cakung Jakarta Timur, Pukuli dan Tendang Tubuh Primata Berulang Kali
Viral sebuah video yang memperlihatkan pengamen topeng monyet memukuli binatang primate tersebut.
Pahadal Pempov DKI Jakarta telah melarang atraksi topeng monyet sejak 2014.
Video berdurasi 36 detik tersebut menampilkan perilaku keji dua orang pengamen topeng monyet.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakartainformasi, kedua pria tampak memukuli monyet tersebut secara berulang kali.
Dikutip dari Tribun Jakarta, satu pria yang menenteng kayu pikul memukulkan gagang kayu ke tubuh primata hanya karena tidak menuruti kemauannya.
Sementara pria pemegang tali kekang mematikan jerat lalu memukuli dan menendang tubuh monyet tersebut beberapa kali.
Penyiksaan diduga terjadi setelah mereka beres mengamen lalu hendak berpindah ke lokasi lain, tapi sang monyet menolak diajak.
Bila mengacu postingan akun @jakartainformasi, pengiayaan terjadi di kawasan Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung.
Baca: Petugas Gabungan Akhirnya Sita Lima Ekor Monyet yang Dipukuli Pawangnya di Jatinegara Jakarta Timur
Baca: EKSPERIMEN Kejam pada Monyet: Kepala Dibor dan Disemen, Organ Vital Disetrum demi Pelajari Penyakit
Camat Cakung Ahmad Salahuddin membenarkan video viral dua pengamen topeng monyet yang menganiaya monyet terjadi di wilayahnya.
Setelah video berdurasi 36 detik yang viral usai diunggah akun Instagram @jakartainformasi pada Minggu (2/8/2020) sore.
Jajaran Kecamatan Cakung melakukan penelusuran di kawasan Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara tempat video yang direkam warga diambil.
"Kejadiannya benar di Pulo Jahe, di RW 14.
Dua pengamen yang terekam di video itu tinggal mengontrak di sana," kata Salahuddin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (3/8/2020).
Nahas saat jajaran Kecamatan Cakung menyambangi kontrakan, kedua pria yang memukuli monyet sudah angkat kaki dari kontrakannya.
Padahal merujuk keterangan Ketua RW 14, pada Minggu (3/7/2020) saat video viral kedua pelaku masih bermalam di kontrakan mereka.