"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian. Beberapa kali banyak tamu berdatangan dan saya orang yang terbuka.
Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memiliki batas dengan siapa pun. Apalagi, di rumah ini mau datang terbuka 24 jam," papar dia.
Baca: Soal Isu Kudeta, Moeldoko Minta AHY Tak Mudah Baper: Kalau Anak Buah Tak Boleh Pergi, Borgol Saja
Moeldoko mengatakan ada sejumlah orang datang secara bergelombang.
Ia menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.
"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.
"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.
Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu.
3. Sindiran kepada pemimpin
Mengakhiri keterangan pers, Moeldoko menyampaikan saran kepada petinggi Partai Demokrat.
Menurutnya, seorang pemimpin partai harus menjadi pribadi yang kuat.
“Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan (terbawa perasaan). Jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya,” tegas Moeldoko.
Mantan Panglima TNI itu pun memberikan sindiran tentang loyalitas anak buah dalam sebuah partai.
Apabila pemimpin ingin anak buah tidak pergi dari partai, dia menyarankan mereka agar dijaga agar tak bisa bergerak.
"Ya kalau anak buahnya tidak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," katanya.
Baca: AHY Tuding Orang Istana Ingin Kudeta Partai Demokrat, Andi Arief Blak-blakan Sebut Nama Moeldoko
Ia memberikan tanggapan tentang masalah pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang disebut datang dari luar atas arahan dirinya.
Menurut Moeldoko, istilah kudeta lebih tepat jika terjadi dari dalam partai itu sendiri.
"Kalau ada istilah kudeta itu adalah dari dalam. Masa kudeta dari luar," ungkap Moeldoko.
Isu makar dalam Partai Demokrat awalnya dibeberkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Senin siang.
AHY menuturkan, dari beberapa kesaksian dugaan gerakan makar ini juga melibatkan orang-orang dalam pemerintahan Jokowi.
“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021).
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com)