Tiga Bantahan Moeldoko saat Dituding Makar oleh Demokrat: Jangan Ganggu Pak Jokowi

"Dalam hal ini ya, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," kata Moeldoko.


zoom-inlihat foto
moeldokoo.jpg
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab berbagai spekulasi dan tudingan tentang dugaan makar atau pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat dari luar dalam konferensi pers virtual pada Senin (1/2/2021) malam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko buka suara soal tudingan makar oleh Partai Demokrat.

Dalam keterangan secara virtual pada Senin (1/2/2021) malam itu, ia menjawab berbagai spekulasi dan tudingan tentang dugaan makar atau pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat dari luar.

Mantan Panglima TNI itu menyampaikan tiga poin penting bantahannya.

Dikutip dari Kompas.com, poin yang disampaikannya ini soal keterikatan Istana dengan tuduhan Partai Demokrat.

Kemudian awal isu pengambilalihan secara paksa serta sindiran kepada petinggi Partai Demokrat.

Baca: Dituding Demokrat Soal Makar, Moeldoko: Mungkin Dasarnya Foto-foto

Berikut tiga poin lengkapnya:

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai Senin (21/10/2019), usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai Senin (21/10/2019), usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

1. Jangan ganggu Pak Jokowi

Moeldoko meminta Partai Demokrat untuk tidak menghubungkan isu makar atau pengambilalihan kepemimpinan dengan pihak istana.

Ia juga meminta partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini tak mengganggu Presiden Joko Widodo.

"Poinnya yang pertama, jangan dikit-dikit Istana.

Dalam hal ini ya, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," tutur Moeldoko.

Pria kelahiran Kediri ini menegaskan bahwa Presiden Jokowi tak terlibat sama sekali dalam masalah ini.

“Sebab beliau dalam hal ini tak tahu sama sekali.

Tak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam masalah ini. Itu urusan saya, Moeldoko ini bukan sebagai (Kepala) KSP," tegasnya.

Baca: Mengaku Cinta Partai Demokrat, Moeldoko: Jangan Kaitkan dengan Istana dan Presiden, Ini Urusan Saya

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019) (Kompas.com)

2. Berawal dari foto bersama

Moeldoko menceritakan awal mula ia dituding sebagai salah satu yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

Menurut dia tudingan itu mungkin berawal dari sejumlah foto dirinya bersama sejumlah orang.

Tapi dia tidak menjelaskan secara rinci foto yang dimaksud begitu pula orang-orang dalam foto tersebut.

Namun dia menegaskan bahwa orang-orang tersebut datang kepadanya dan menceritakan persoalan di Partai Demokrat.

"Mungkin dasarnya foto-foto. Ya orang ada dari Indonesia timur, ada dari mana-mana kan datang ke sini mungkin pengen foto sama saya. Ya saya terima saja. Apa susahnya," ujar Moeldoko.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian. Beberapa kali banyak tamu berdatangan dan saya orang yang terbuka.

Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memiliki batas dengan siapa pun. Apalagi, di rumah ini mau datang terbuka 24 jam," papar dia.

Baca: Soal Isu Kudeta, Moeldoko Minta AHY Tak Mudah Baper: Kalau Anak Buah Tak Boleh Pergi, Borgol Saja

Lambang Partai Demokrat
Lambang Partai Demokrat (demokrat.co.id)

Moeldoko mengatakan ada sejumlah orang datang secara bergelombang.

Ia menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.

"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.

"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.

Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020). (instagram.com/agusyudhoyono)

3. Sindiran kepada pemimpin

Mengakhiri keterangan pers, Moeldoko menyampaikan saran kepada petinggi Partai Demokrat.

Menurutnya, seorang pemimpin partai harus menjadi pribadi yang kuat.

“Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan (terbawa perasaan). Jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya,” tegas Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu pun memberikan sindiran tentang loyalitas anak buah dalam sebuah partai.

Apabila pemimpin ingin anak buah tidak pergi dari partai, dia menyarankan mereka agar dijaga agar tak bisa bergerak.

"Ya kalau anak buahnya tidak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," katanya.

Baca: AHY Tuding Orang Istana Ingin Kudeta Partai Demokrat, Andi Arief Blak-blakan Sebut Nama Moeldoko

Ia memberikan tanggapan tentang masalah pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang disebut datang dari luar atas arahan dirinya.

Menurut Moeldoko, istilah kudeta lebih tepat jika terjadi dari dalam partai itu sendiri.

"Kalau ada istilah kudeta itu adalah dari dalam. Masa kudeta dari luar," ungkap Moeldoko.

Isu makar dalam Partai Demokrat awalnya dibeberkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Senin siang.

AHY menuturkan, dari beberapa kesaksian dugaan gerakan makar ini juga melibatkan orang-orang dalam pemerintahan Jokowi.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021).

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved