Virus Corona Belum Usai, Ahli Sudah Ingatkan Soal Candida Auris, Jamur Mematikan yang Kebal Obat

Data menunjukkan hampir setengah dari orang yang terinfeksi candida auris akan mati dalam 90 hari


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penyakit-mematikan-selain-covid-19.jpg
pixabay.com
ILUSTRASI Penyakit mematikan selain Covid-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus global virus corona telah mencapai 100 juta lebih.

Hal ini menjadikan Covid-19 menjadi sumber kegentingan saat ini, termasuk merambah ke sektor ekonomi.

Kendati belum usai, ahli sudah mengingatkan soal penyakit mematikan lain.

Satu infeksi jamur, Candida auris, telah digambarkan sebagai “patogen yang hampir sempurna” oleh Johanna Rhodes, ahli epidemiologi genomik di Imperial College London, sebagaimana diberitakan DailyStar, Sabtu (30/1/2021).

Jamur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2009.

Kala itu ia terlihat menginfeksi saluran telinga seorang wanita Jepang.

Kebal Obat

Kemudian organisme yang resistan terhadap obat itu terlihat pada pasien di seluruh dunia.

Kasus pertama di Eropa didiagnosis di Rumah Sakit Royal Brompton London pada Juni 2016.

Dr Rhodes, yang merupakan salah satu spesialis yang dipanggil untuk membantu memberantas wabah Royal Brompton, mengatakan jamur hampir tidak mungkin dimatikan dengan obat antijamur yang tersedia saat ini.

Baca: 5 Kisah Kru Maskapai yang Terpaksa Beralih Profesi usai Jadi Korban PHK Akibat Pandemi

Baca: Cristiano Ronaldo Diselidiki Polisi Italia Setelah Diduga Langgar Aturan Perjalanan saat Pandemi

Kolase gambar Virus Corona, Dr Li Wenliang dan Vaksin Covid-19
VIRUS CORONA -- Kolase gambar Virus Corona, Dr Li Wenliang dan Vaksin Covid-19 (https://www.cdc.gov//STR / AFP/HANDOUT / ZYDUS CADILA / AFP)

“Salah satu hal yang membuat Candida auris sangat menakutkan adalah kenyataan bahwa ia dapat bertahan di permukaan benda mati untuk waktu yang lama dan menahan apa pun yang Anda lemparkan,” katanya kepada New Scientist

Wabah pada 2018 di rumah sakit Spanyol bahkan lebih parah.

Sebanyak 372 orang terinfeksi dan 85 mengembangkan infeksi jamur yang ditularkan melalui darah yang mematikan.

Dari jumlah tersebut, 41% meninggal dalam waktu sebulan.

Setelah satu pasien meninggal karena infeksi di Rumah Sakit Mount Sinai cabang Brooklyn, administrator harus menghancurkan kamarnya untuk membasmi jamur.

“Semuanya positif - dinding, tempat tidur, pintu, tirai, telepon, wastafel, papan tulis, tiang, pompa,” Dr. Scott Lorin, presiden rumah sakit mengatakan kepada New York Times, menambahkan: “ Kasur, rel tempat tidur, lubang tabung, tirai jendela, langit-langit, semua yang ada di ruangan itu positif. ”

Baca: Benarkah Mandi di Malam Hari Bisa Sebabkan Penyakit Paru-paru Basah? Ini Penjelasannya

Candida auris bukan satu-satunya ancaman.

Sama seperti "superbug" yang tahan antibiotik, jamur mengembangkan strain yang tidak dapat dikalahkan oleh senjata kita yang tersedia.

“Kami sekarang melihat strain yang resisten terhadap semua kelas antijamur,” ujar Mahmoud Ghannoum, spesialis penyakit jamur di Case Western Reserve University di Ohio.

“Kami selalu memiliki bakteri yang kebal terhadap berbagai obat, tetapi kami tidak mengalami masalah dengan jamur sampai sekarang.”





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved