Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemukulan Petugas Pemakaman Covid-19 di Malang

Emosi karena jenazah keluarga tertukar, dua orang penganiaya petugas covid-19 di Malang ditangkap polisi.


zoom-inlihat foto
pemakanamn-rangon.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Insiden jenazah pasien Covid-19 tertukar terjadi di Kota Malang.

Hal itu kemudian berujung pada pemukulan oleh keluarga jenazah terhadap petugas pemakaman.

Alfa, relawan pemakaman jenazah Covid-9 dipukul hingga pingsan oleh anggota keluarga pasien meninggal.

Akibatnya, Alfa harus dilarikan ke rumah sakit.

Pemukulan itu dilakukan oleh dua orang berinisial MNH (21) dan BHO (24).

Keduanya disangkakan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Diketahui, MNH ialah anak dari jenazah pasien Covid-19 yang tertukar.

Sedangkan BHO merupakan sepupu MNH.

"Kita sudah tabayyun dan kita juga sudah mengecek peristiwa yang sebenarnya. Jadi memang ada peristiwa awal yang menyebabkan terjadinya kejadian 170 (Pasal 170 KUHP)," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata di Mapolresta Malang Kota, Jumat (29/1/2021).

10 Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terpaksa menguburkan jenazah pasien covid-19 menggunakan tangan di Kecamatan Ambulu lantaran tak dipinjami cangkul oleh warga sekitar.
10 Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terpaksa menguburkan jenazah pasien covid-19 menggunakan tangan di Kecamatan Ambulu lantaran tak dipinjami cangkul oleh warga sekitar. (Tangkapan layar video via Kompas.com)

Kronologi

Koordinator Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Malang Dhana Setiawan menjelaskan, mulanya ada enam jenazah pasien Covid-19 di RSSA Malang yang harus dimakamkan.

Saat itu petugas di lapangan mendahulukan jenazah nomor antrean 5.

Sebab, lokasi pemakaman jenazah nomor antrean 5 sama dengan jenazah nomor 3 yakni di TPU Sukun.

Namun, hal itu membuat keluarga jenazah bernomor antrean 4 tidak terima lantaran antreannya diundur.

"Jenazah atas nama W ini memiliki antrean nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karangbesuki, Sukun.

Baca: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta: Klaster Keluarga Bermunculan & Ada Usul Lockdown

Baca: 3 Pemuda Tabrak Ambulans Pengangkut Jenazah Covid-19 yang Dikawal Polisi, Diduga Sedang Mabuk

Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 karena tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di wilayah Sukun," ujar Dhana.

"Lantaran tidak sabar menunggu, pihak keluarga W sempat adu mulut dengan anggota pemakaman yakni Tri Erwanto dan Alfa," kata dia.

Keluarga jenazah pasien Covid-19 nomor antrean 4 pun sempat bersitegang dengan petugas hingga ditengahi oleh seorang Bhabinkamtibmas.

Petugas lalu bergegas membawa peti jenazah pasien tersebut untuk dimakamkan di TPU Kasin.

Petugas tidak menyadari jika peti jenazah yang terbawa adalah peti nomor 6 dan bukan nomor 4.

Sesampainya di pemakaman, keluarga menyadari jika itu bukan jenazah kerabat mereka.

"Sesampainya di pemakaman, salah satu anggota keluarga tuan W menyadari bahwa peti yang dibawa bukan jenazah keluarganya, melainkan jenazah atas nama tuan S," tutur dia.

Keluarga jenazah yang tertukar itu pun emosi dan memukul petugas pemakaman yang bernama Alfa hingga pingsan.

Sedangkan tim lainnya segera mengambil jenazah pasien yang seharusnya dimakamkan di tempat itu.

"Alfa pingsan dan dilarikan ke RKZ untuk mendapatkan perawatn. Kemudian anggota tim pemakaman lainnya menuju KM RSSA untuk mengambil jenazah tuan W," ungkap dia.

Baca: Tak Percaya Jenazah Covid-19 Sudah Disalatkan, Warga Tuban Congkel Peti hingga Gunting Kain Kafan 

Baca: Dalam Sehari Puluhan Jenazah Covid-19 Dimakamkan, Ketersediaan Lahan Pemakaman di Jakarta Menipis

Tak sengaja tertukar

Dhana mengatakan, petugas tak sengaja hingga membuat jenazah tertukar.

Sebab, ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya kelelahan fisik.

"Mungkin karena teman-teman tidak terkontrol emosinya. Cape juga dan sebagainya. Keluarga juga mintanya buru-buru jadi tidak konsentrasi," kata Dhana, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (29/1/2021).

Sedangkan Humas RSSA Kota Malang Donny Iryan menjelaskan, insiden tersebut disebabkan karena human error.

"Mungkin karena sudah panas (cuaca), capek dan kawan-kawan ada miss. Yang diambil harusnya nomor 4 tapi yang diambil peti jenazah nomor 6," ujar dia.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Andi Hartik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bertugas Makamkan Jenazah Covid-19, Alfa Pingsan Dipukul Keluarga Pasien, Ini Ceritanya"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved