Huang Shunxing mendirikan toko lotere di jalan, hampir persis di tempat orang mati itu terlihat.
Toko furniturnya di situs yang sama tutup pada saat itu.
Tetapi Huang membuka tokonya yang telah diperbaiki musim panas lalu ketika bisnis Wuhan muncul kembali setelah berbulan-bulan dikunci.
Berdiri di belakang pajangan kartu gosok, dia berkata bahwa dia "senang" kota itu telah pulih.
“Bisnis berjalan dengan baik,” dia berseri-seri.
Salah satu kliennya, Wang yang berusia 58 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa kota itu tidak dapat dikenali dari masa-masa kelam itu.
“Tahun lalu, kami semua dikurung di rumah,” katanya, bersama istri dan putra mereka yang berusia 24 tahun.
Baca: Setelah Lama Ditutup karena Pandemi Covid-19, Sekolah di Wuhan Kembali Dibuka
Tapi sekarang, dia berkata, "Wuhan sebenarnya adalah tempat teraman."
Wuhan betul-betul melakukan lockdown penuh untuk mengisolasi sekaligus "menyembuhkan" Wuhan.
Akses keluar dan masuk ditutup total kecuali untuk kendaraan dan kondisi darurat.
Berbulan-bulan lokcdown, Wuhan akhirnya pulih sepenuhnya.
Bila melihat foto-foto suasana Wuhan akhir-akhir ini, hampir tidak terlihat bekas bahwa kota ini pernah diteror virus mematikan.
Penanda bahwa kota ini masih peduli soal serangan virus Covid-19 adalah ramai orang di mana-mana memakai masker.
Tim WHO Memulai investigasi Covid di Pasar Wuhan
Dalam perkembangan lainnya, para ahli tim WHO memulai penyelidikan mereka tentang asal-usul virus corona di kota tempat kasus pertama dilaporkan.
Sebuah tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia itu akan memulai penelitian lapangan tentang asal-usul virus korona di Wuhan, tempat Covid-19 pertama kali tercatat pada akhir 2019, setelah menyelesaikan karantina hotel wajib selama dua minggu.
Tim tersebut diharapkan mengunjungi Pasar Huanan tempat orang pertama yang terkena virus tersebut, serta Institut Virologi Wuhan, laboratorium medis terdekat.
Mereka juga akan mencoba mencari tahu apakah virus itu berasal dari kelelawar, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang lebih mematikan yang ditelusuri kembali ke sebuah gua di provinsi Yunnan, China.
WHO telah menekankan bahwa penyelidikan, yang telah dilakukan berbulan-bulan, bukanlah tentang membagi kesalahan, tetapi tentang memahami bagaimana virus tersebut menyebar ke manusia dan menemukan cara untuk mencegah munculnya patogen serupa.
“Saat pandemi terus meluas, memahami bagaimana epidemi dimulai sangat penting untuk mencegah masuknya virus SARS-CoV-2 lebih lanjut dan membantu mencegah masuknya virus baru di masa depan,” kata Kerangka Acuan tim.