Peringati Pembantaian Christchurch, Remaja Singapura Ditangkap karena Rencanakan Serangan 2 Masjid

Dilaporkan, karena undang-undang senjata yang sangat ketat di Singapura, remaja itu mempersiapkan penyerangannya dengan membeli parang dan rompi.


zoom-inlihat foto
polisi-singapura-00121.jpg
REUTERS VIA ALJAZEERA
Ilustrasi polisi Singapura. Seorang remaja Singapura berusia 16 tahun, ditahan pada bulan Desember di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Singapura setelah merencanakan penyerangan dua masjid di Singapura, terinspirasi dari pembantaian christchurch di Selandia Baru.


Dia dan Tarrant dikatakan telah diradikalisasi di 8chan / pol / papan diskusi. 

Pada 3 Agustus 2019, Patrick Crusius menewaskan 23 orang dan melukai 23 lainnya dalam penembakan massal di Walmart di El Paso, Texas.

Dalam sebuah manifesto yang diposting ke 8chan / pol / board, dia menyatakan dukungan dan inspirasi dari penembakan di Christchurch. 

Pada 10 Agustus 2019, Philip Manshaus mencoba menyerang sebuah masjid di Bærum, Norwegia, dan menayangkannya secara langsung di Facebook.

Dia menyebut Tarrant sebagai orang suci online dan memposting gambar yang menggambarkan Tarrant, Crusius, dan Earnest sebagai "pahlawan". 

Terakhir, 27 Januari 2021, remaja Singapura ditangkap karena merencanakan untuk menyerang Masjid Assyafaah dan Yusof Ishak pada peringatan penembakan di masjid Christchurch.

Pemuda tersebut telah menghasilkan sebuah manifesto yang menggambarkan Tarrant sebagai "orang suci" dan memuji penembakan di masjid Christchurch sebagai "pembunuhan Muslim yang dapat dibenarkan."

Tidak dapat memperoleh senjata api dan bahan peledak karena undang-undang pengawasan senjata yang ketat di Singapura, pemuda tersebut malah membeli parang dan rompi.

(tribunnewswiki.com/hr)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved