Komplotan Remaja Curi Kotak Amal di Masjid, Uang untuk Foya-foya dan Beli Narkoba

Demi foya-foya, sekelompok remaja di Pamekasan curi uang dari kotak amal masjid


zoom-inlihat foto
remaja-curi-kotak-amal-untuk-nyabu.jpg
KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat jumpa pers soal penangkapan pelaku pencurian kotak amal masjid, Rabu (27/1/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak 10 remaja berkomplot mencuri uang kotak amal di masjid dan SPBU.

Kesepuluh pelaku yang masih remaja itu berhasil diringkus oleh Polres Pamekasan.

Pasalnya aksi mereka sempat meresahkan warga.

Tak tanggung-tanggung, belasan kotak amal sudah mereka bobol.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari tertangkapnya otak kejahatan.

Ia adalah FDK (17), dalang dari komplotan pencuri terssebut.

FDK ditangkap di rumahnya pada Selasa (26/1/20210 sekitar pukul 14.30 WIB.

"Otaknya dulu yang kita tangkap, baru anggota yang lain. 10 pelaku kita tangkap dalam kurun waktu bersamaan karena kita menerjunkan tim khusus bernama Sakera Sakti," kata Adhi Putranto Utomo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Setelahnya, polisi baru meringkus pelaku lain di rumah masing-masing.

Baca: Naik TransJakarta, Penumpang ini Viral Ketahuan Curi Hand Sanitizer di dalam Bus

Baca: Remaja Spesialis Pembobol Kotak Amal buat Curiga Warga, Lakukan Sujud Salat Ashar Lebih dari 4 Kali

Ilustrasi kotak amal di masjid
Ilustrasi kotak amal di masjid (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Pelaku yang didominasi remaja ini berasal dari sejumlah kelurahan yang ada di Pamekasan.

Selain FDK, pelaku lain yakni RM (15) dari Kelurahan Bugih, MI (18) asal Desa Bettet, SB (19) asal Gladak Anyar, RFYL (19) asal Desa Rombuh Palenggaan, FDK (17) asal Desa Samatan, dan AF (17) asal Kelurahan Bugih.

Lalu, NK (21) asal Desa Kadur, MD (20) asal Desa Kadur, D (17) asal Desa Blumbungan, dan AIE asal Desa Rombuh.

Sasar Masjid dan SPBU, Uang untuk Beli Narkoba

Ilustrasi Sabu-sabu. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika yang sering dijumpai di Indonesia
Ilustrasi Sabu-sabu. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika yang sering dijumpai di Indonesia (Megapolitan kompas)

Baca: Anak-anak di Aceh Ini Dapatkan Bungkusan Kantong Plastik Sabu & Timbangan Digital saat Mancing Ikan

Baca: Anjing Pelacak di Bandara Temukan Pelancong yang Sembunyikan Narkoba dalam Tas

Setelah diperiksa, pelaku mengaku telah mencuri kotak amal di 18 lokasi. Mereka tak cuma menyasar masjid, tapi juga tempat lain seperti SPBU.

Saat beraksi, komplotan ini berkeliling menggunakan sejumlah kendaraan, seperti motor dan mobil.

Adhi mengatakan, mereka menggunakan mobil sewaan saat beraksi.

Sampai saat ini, sudah ada 11 takmir masjid yang melapor kehilangan kotak amal.

Laporan itu diterima sejumlah polsek di Pamekasan Meski begitu, Adhi tak menampik laporan akan terus bertambah.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku menggunakan uang hasil curian itu untuk berfoya-foya.

Sejumlah uang, kata Adhi, juga digunakan pelaku untuk membeli narkoba jenis sabu.

Baca: Kera di Pura Uluwatu Bali Disebut Paham Sistem Barter, Sengaja Curi Barang untuk Ditukar Makanan

Baca: Aksi Nekat 3 Orang Pria Curi Truk Kotoran Sapi, Ternyata Seorang Pecatan Brimob & 2 Polisi Aktif

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat jumpa pers soal penangkapan pelaku pencurian kotak amal masjid, Rabu (27/1/2021).
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat jumpa pers soal penangkapan pelaku pencurian kotak amal masjid, Rabu (27/1/2021). (KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved