Dokter di Italia Ditahan Dituduh Bunuh Dua Pasien untuk Kosongkan Bangsal Covid-19

Dr Carlo Mosca diduga memberikan dosis anestesi yang mematikan kepada dua pasien untuk mengosongkan tempat tidur bangsal Covid-19 di Lombardy.


zoom-inlihat foto
dokter-italia-003.jpg
DAILY STAR
Dokter Carlo Mosca dituduh memberikan dosis anestesi yang mematikan kepada dua pasien dengan alasan untuk mengosongkan tempat tidur di bangsal Covid-19 di saat jumlah pasien covid-19 meningkat tajam di Lombardy, Italia. Dokter Mosca membantah seluruh tuduhan kepadanya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang dokter di sebuah rumah sakit di Italia ditahan polisi setelah dicurigai dengan sengaja 'membunuh' dua pasiennya.

Dr Carlo Mosca diduga memberikan dosis anestesi yang mematikan kepada dua pasien untuk mengosongkan tempat tidur bangsal Covid-19 di Lombardy Maret lalu, dengan tiga kasus lain sedang diselidiki.

Carlo Mosca (47) dituduh memberikan dosis anestesi yang mematikan kepada dua pasien "untuk mengosongkan tempat tidur" di A&E di Lombardy Maret tahun lalu, dikutip Daily Star, Selasa (26/1/2021).

Perawat mengatakan dia "gila" dan mencurigainya membunuh Natale Bassi yang berusia 61 tahun dan Angelo Paletti yang berusia 80 tahun di pesan WhatsApp, menurut jaksa penuntut.

Dia dikatakan telah membunuh "untuk mengosongkan tempat tidur" di bangsal A&E yang dia pimpin dan sekarang berada dalam tahanan rumah di rumahnya di Mantua, lapor Mail Online.

Tiga kematian lainnya sekarang sedang diperiksa oleh polisi setelah mereka mengklaim Mosca mengubah catatan medis korbannya untuk menutupi jejaknya.

Baca: Pandemi Covid-19 Picu Krisis Ekonomi Global, PBB Sebut yang Terparah Selama Hampir Satu Abad

dokter italia 001
Dr Mosca membantah telah membunuh pasien di rumah sakit di Lombardy, Italia, Maret tahun lalu.

Dia menyangkal semua tuduhan dan mengatakan itu tidak berdasar.

Dokumen pengadilan menyatakan dokter tersebut memberikan Succinylcholine dan Propofol, keduanya digunakan di bangsal untuk membius pasien Covid sehingga mereka dapat diintubasi.

Jaksa mengatakan pasien tersebut tidak pernah diintubasi dan Mosca tidak punya alasan untuk menggunakan anestesi.

Pengaduan anonim dibuat pada akhir April dan jaksa telah memperoleh teks WhatsApp yang mereka katakan mengungkapkan bagaimana Mosca mencoba membuat perawat berkolusi dengannya.

dokter italia 002
Petugas menurunkan peti mati di sebuah pemakaman ketika Covid membunuh satu orang setiap setengah jam di Lombardy Maret 2020 lalu.




Halaman
1234
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved