Luhut Berencana Gunakan GeNose C-19 secara Massal di Fasilitas Umum: Mesinnya Akan Makin Pintar

GeNose C19 buatan UGM sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.


zoom-inlihat foto
genose-ugm.jpg
Dok. Kemenristek
GeNose, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM, bisa mendeteksi Covid-19 dalam waktu 80 detik.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - GeNose C-19, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM, direncanakan digunakan di berbagai fasilitas umum oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut ingin GeNose digunakan secara massal mulai dari lingkup tingkat RT, fasilitas transportasi umum, supermarket, hingga hotel.

Dia mengatakan tarif yang akan dipatok untuk menggunakan GeNose hanya sekitar Rp20.000.

Dibanderol dengan harga Rp62 juta, GeNose diklaim memiliki tingkat akurasi mencapai 90 persen.

“Dan makin akurat seiring makin banyaknya jumlah yang dites, mesinnya akan makin lebih pintar," kata Luhut.

GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro GeNose mengatakan mampu melakukan tes Covid-19 sebanyak 12 ribu orang dalam sehari.

Baca: Luhut Kehendaki Alat Deteksi Covid-19 GeNose Dipasang di RT hingga Mal, Tarif Tes Rp 20 Ribu

(Humas Kemenko Maritim dan Investasi)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kompas.com)

Tes Covid-19 dengan GeNose juga mudah karena orang yang dites hanya perlu menghembuskan napasnya.

Selain itu, biaya tes relatif terjangkau dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit.

"Lewat hembusan nafas, GeNose sudah bisa mendeteksi Covid-19 sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia lainnya," kata Bambang, dikutip dari laman UGM, Selasa (29/12/2020).

Dia menyebut sebanyak lima ribu unit GeNose C19 telah siap didistribusikan pertengahan bulan Februari 2021.

Alatnya ini akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Baca: Bisa Mendeteksi Covid-19 dalam 3 Menit, GeNose UGM Dijual Rp62 Juta per Unit

Dia mengaku fleksibilitas penggunaan GeNose C19 memungkinkan penempatannya di bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, perkantoran, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan.

"Sehingga masyarakat diharapkan dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman dalam rangka pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Kehadiran alat ini sangat diapresiasi oleh Bambang. Sebab, GeNose C19 dapat memperkuat sistem surveillance 4T, yakni testing, tracing, tracking, serta treatment.

Selain itu, gerakan 3 M tetap perlu dilakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna meminimalkan penyebaran virus corona baru.

GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM.
GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM. (Dokumen Humas UGM)

Dia menekankan Indonesia perlu punya kemandirian dalam melakukan testing dan monitoring, terutama untuk skrining Covid-19.

Kalau untuk testing tidak lain kita lakukan dengan PCR yang merupakan gold standar.

Baca: GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari UGM Kini Dapat Izin Edar Kemenkes, Berapa Biaya Untuk Sekali Tes?

"Namun, untuk skrining di sini, kemampuan kita dituntut melakukan inovasi melahirkan alat yang bisa melakukan skrining dalam waktu cepat, relatif nyaman, dan tingkat akurasi tinggi," kata dia.

Dia berharap dengan adanya inovasi ini dapat mendorong pemulihan ekonomi.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved