Tilang Polisi Dihilangkan, Pengamat Sebut Bisa Menghindari Praktik Penyimpangan Uang

Tugas polisi menilang pelanggar bakal ditiadakan, pengamat sebut kelebihan tilang elektronik bisa menghindari praktik penyimpangan uang.


zoom-inlihat foto
lupa-bawa-sim.jpg
Kompas.com
Ilustrasi kena tilang tapi lupa bawa SIM apakah diperbolehkan ambil di rumah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat masalah transportasi Budiyanto menyebut jika dihilangkannya tugas polisi dalam melakukan penilangan merupakan hal yang bagus.

Ini juga menjadi upaya menghindari adanya penyimpangan.

Tilang elektronik yang akan diberlakukan mempunyai banyak kelebihan dalam penegakan hukum pelanggaran lalu lintas.

“Ke depan penegakan hukum khususnya di bidang lalu lintas akan mengurangi interaksi dalam proses penilangan untuk menghindari praktik penyimpangan uang. ETLE punya banyak kelebihan,” kata Menurut mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu, Sabtu (23/1/2021).

Budiyanto mengatakan, kelebihan dari sistem penegakan hukum ETLE ini menjadikan petugas tidak bersentuhan langsung dengan pelanggar.

Bahkan ini bisa menghindari korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Pengawasan bisa dilakukan selama 24 jam penuh dengan menggunakan sistem elektronik.

“Semua pelanggaran dapat terdeteksi oleh kamera pengawas, kemudian mudah dalam pembuktiannya karena valid dan juga akurat,” ujar Budiyanto.

Baca: Kabar Gembira, Calon Kapolri Listyo Sigit Sebut Sanksi Tilang oleh Polisi Bakal Ditiadakan

Ilustrasi polisi melakukan penilangan. Walter Arnold menjadi orang pertama di dunia yang ditilang karena melebihi batas kecepatan.
Ilustrasi polisi melakukan penilangan. Walter Arnold menjadi orang pertama di dunia yang ditilang karena melebihi batas kecepatan. (Tribun Manado)

Tak sampai di situ saja penerapan tilang elektronik maka penindakan yang dilakukan bisa lebih konsisten dan tegas terhadap semua pelanggar.

Baca: Komnas HAM Rekomendasikan Komjen Listyo Sigit Usut Tuntas Kasus Penembakan Anggota FPI

“ETLE juga meminimalkan keterlibatan personel di lapangan. Tilang elektronik ini merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang cukup efektif dengan menggunakan teknologi ANPR (automatic number plate recognition),” imbuh dia.

Penilangan elektronik, lnjut Budiyanto, bisa mendeteksi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) secara otomatis, merekam dan menyimpan bukti pelanggaran yang bisa dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

“Penegakan hukum dengan sistem elektronik ini bertujuan untuk mewujudkan supremasi hukum, transparansi, akuntabilitas dan memberikan jaminan serta perlindungan,” tutur Budiyanto.

Seperti yuang diberitakan sebelumnya, calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan mengedepankan penegakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik saat uji kepatuhan dan kelayakan di Komisi III DPR, beberapa hari lalu.

Yaitu dengan menggunakan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE).

Adanya tilang elektronik ini maka tuga polisi hanya mengatur lalu lintas saja.

Bahkan polisi tidak boleh melakukan penilangan.

Adanya interaksi antara polisi lalu lintas dengan masyarakat, kata Listyo, memberikan sanksi tilang kerap menimbulkan penyimpangan.

“Secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau ETLE. Ke depan saya berharap anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas, tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri,” kata Listyo.

Berikut 3 Sasaran Penindakan dan Kisaran Denda Tilang Elektronik untuk Pengemudi Motor





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved