Hari Ini dalam Sejarah: Matematikawan Ted Kaczynski Akui Jadi Dalang Teror Paket Bom selama 17 Tahun

Ted Kaczynski menggunakan nama samaran "Unabomber" dalam teror bom yang menyasar universitas-universitas di AS.


zoom-inlihat foto
Ted-Kaczynski-2.jpg
Kolase Wikimedia Commons
Matematikawan Ted Kaczynski dan replika paket bom yang dibuatnya.

Ted Kaczynski menggunakan nama samaran "Unabomber" dalam teror bom yang menyasar universitas-universitas di AS.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Matematikawan Theodore (Ted) J. Kaczynski pada 22 Januari 1998 mengaku bertanggung jawab atas teror paket bom di Amerika Serikat (AS).

Penyataan ini disampaikan Ted Kaczynski di dalam ruang sidang pengadilan di Sacramento, California.

Ted Kaczynski menggunakan nama samaran "Unabomber" dalam teror bom yang dilakukannya selama 17 tahun, yang menyasar universitas-universitas di AS.

Dia kemudian menerima hukuman penjara seumur hidup. Ted Kaczynski sempat mencoba bunuh diri pada awal tahun 1998.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Januari 1793: Raja Louis XVI Dieksekusi di Tengah Kecamuk Revolusi Prancis

Theodore J. Kaczynski saat masih menjadi asisten profesor di UC Berkeley tahun 1968.
Theodore J. Kaczynski saat masih menjadi asisten profesor di UC Berkeley tahun 1968. (Wikimedia Commons)

 

  • Sekilas Kaczynski


Theodore John Kaczynski lahir pada 22 Mei 1942 di Evergreen Park, Illinois.

Kaczynski adalah anak yang cerdas dan menyukai matematika sejak kecil.

Dia masuk Harvard ketika baru berusia 16 tahun dan lulus tahun 1962.

Kemudian dia melanjutkan studi matematika di University of Michigan dan mendapat gelar PhD tahun 1967.

Kaczynski menjadi asisten profesor di University of California at Berkeley setahun kemudian.

Dia orang yang asosial dan ketika di Berkeley mulai membenci teknologi dan kehidupan modern.

Memutuskan keluar dari kampus tahun 1969, dia kemudian membeli tanah di dekat Lincoln Montana dan tinggal di sana.

Kaczynski tinggal di sebuah kabin berukuran sekitar 4 meter yang dibangunnya. Di sana dia tidak memiliki pemanas, listrik, dan fasilitas air.

Mayoritas waktunya dihabiskan dengan membaca buku dan menulis manuskrip yang akan dikenal sebagai Unabomber Manifesto.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 20 Januari 1841: China Menyerahkan Hong Kong kepada Inggris

  • Mengirim Bom


Kaczynski mulai menyebar teror pada 25 Mei 1975.

Sebuah paket dibungkus kertas cokelat ditemukan di University Of Illinois, Chicago, dan dikembalikan kepada seorang yang diduga pengirimnya, seorang profesor di Northwestern University.

Karena sang profesor merasa tidak mengirimnya, dia menyerahkannya kepada petugas keamanan kampus.

Paket itu kemudian meledak dan melukai petugas tersebut setelah dibuka.

Pada akhir tahun 1979 dua bom lainnya meledak, di Northwester dan di pesawat Amercan Airlines.

Paket bom lainnya meledak awal tahun 1980 dan melukai presiden United Airlines.

FBI, ATF, dan US Postal kemudian menyelidiki kasus "UNABOM", sebuah kode untuk target "UNiversity and Airline BOMbing.

Namun, mereka kesusahan mengidentifikasi sang pengirim bom karena tidak meninggalkan jejak forensik.

Pelaku membuat bom menggunakan material-material yang bisa didapatkan di mana saja.

Sementara itu, target para korban ternyata dipilih acak dari riset perpustakaan.

Pengeboman terus berlanjut, tetapi pelaku kemudian berani mengirim sebuah esai yang menjelaskan alasan dia melakukan pengeboman.

Dalam esai itu, dia membenci masyarakat modern. FBI kemudian menyebarkan esai itu dan berharap ada orang yang mampu mengidentifikasi pembuatnya.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Januari: Charles Wilkes Mengklaim Antartika Timur Milik Amerika Serikat

  • Dipenjara Seumur Hidup


Setelah esai disebarkan, saudara laki-laki Kacyznski yang bernama David mencurigai Kacyznski sebagai pelakunya.

David memberikan dokumen yang pernah ditulis saudaranya dan analisis linguistik menyatakan bahwa Kaczynski adalah penulis esai tersebut.

Pada 3 April 1996 dia ditahan dan mereka menemukan komponen pembuatan bom dan jurnal yang ditulis tangan.

Persidangan Kaczynski dimulai pada 1997 dan para ahli menyatakan dia memiliki kelainan mental.

Beberapa di antaranya menyebut Kaczynski menderita "Narcissistic Personality Disorder” dan schizophrenia.[4]

Pada 22 Januari 1998 dia mengaku bertanggung jawab atau bersalah atas teror bom yang dilakukannya.

Dia akhirnya diputuskan dihukum seumur hidup di penjara tanpa adanya kemungkinan pembebasan bersyarat.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Januari 1778: James Cook Jadi Orang Eropa Pertama yang Mencapai Hawaii

Kaczynski sempat berusaha menarik pernyataan bersalahnya. Dia mengatakan tidak sengaja melakukan teror bom itu.

Namun, keputusan tidak berubah. Dia ditahan di sebuah penjara di Colorado dengan keamanan yang ketat. [5]

(Tribunnewswiki.com/Tyo)



Peristiwa Ted Kaczynsk mengaku bersalah atas teror paket bom
Tanggal 22 Januari 1998
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.history.com
3. www.britannica.com
4. www.fbi.gov
5. www.theatlantic.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved