Hari Ini dalam Sejarah 20 Januari 1841: China Menyerahkan Hong Kong kepada Inggris

Hong Kong kemudian disewa Inggris selama 99 tahun, dan diserahkan kembali kepada China tahun 1997.


zoom-inlihat foto
penandatanganan-perjanjian-nanking-1842.jpg
Wikimedia Commons
Penandatanganan Perjanjian Nanking 1842

Hong Kong kemudian disewa Inggris selama 99 tahun, dan diserahkan kembali kepada China tahun 1997.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - China menyerahkan Hong Kong kepada Inggris tanggal 20 Januari 1841 atau tepat 180 tahun silam.

Penyerahan ini merupakan konsekuensi Konvensi Chuenpi dibuat pada masa Perang Opium Pertama (1839-1842).

Hong Kong selanjutnya menjadi pusat perdagangan timur- barat dan pintu masuk perdagangan di China bagian selatan.

Koloni Inggris di Hong Kong diperluas setelah adanya Konvensi Peking Kedua tahun 1898.

Hong Kong kemudian disewa Inggris selama 99 tahun, dan diserahkan kembali kepada China tahun 1997. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Januari: Charles Wilkes Mengklaim Antartika Timur Milik Amerika Serikat

Naskah Konvensi Chuenpi
Naskah Konvensi Chuenpi (Wikimedia Commons)


Inggris mulai berusaha menjalin kontak dengan China pada paruh kedua abad ke-16.

Negara barat itu tertarik menukar wool dengan rempah-rempah, sutra, dan porcelain.

Pada tahun 1637 seorang kapten Inggris bernama John Weddel berhasil berlabuh di Macau yang saat itu perdagangannya dikuasai Portugis.

Sayangnya, John gagal membuka perdagangan dengan orang-orang China, bahkan justru terjadi konflik bersenjata antara Tiongkok dan Inggris.

Pada tahun 1670-1683 Inggris sempat berhasil mendirikan markas dagang di Taiwan ketika wilayah itu dikuasai Dinasti Ming.

Maskpai dagang Inggris East India Company (EIC) akhirnya berhasil mendirikan gudang dagang di Guangzhou tahun 1684.[2]

EIC kemudian menyalip Portugis, Prancis, dan yang lainnya sebagai pedagang utama di Guangzhou

China meminta teh dibayar hanya menggunakan perak. Inggris bisa membayarnya dengan perak yang didapatkannya dari hasil berdagang opium.

Sementara itu, China mulai melarang impor opium tahun 1796 untuk melindungi produksi opium dalam negeri.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Januari 1778: James Cook Jadi Orang Eropa Pertama yang Mencapai Hawaii

Karena suplai perak dari Amerika berkurang, opium menjadi alat pembayaran alternatif di selatan.[3]

Selain itu, para pedagang Inggris sudah mengekspor opium secara ilegal ke China sejak abad ke-18.

Perdagangan opium menjadi semakin meluas mulai tahun 1820. Hal ini juga menyebabkan meluasnya masalah ekonomi dan sosial.

Pada musim panas tahun 1839 pemerintah China menyita dan menghancurkan 20.000 peti opium yang berada di gudang Inggris di Kanton.

Ketegangan antara Inggris dan China meningkat pada bulan Juli ketika beberapa pelaut Inggris yang mabuk membunuh seorang warga negara China.

Namun, pemerintah Inggris menolak warga negaranya diadili menggunakan sistem hukum China.

Perang akhirnya terjadi ketika kapal-kapal perang Inggris menghancurkan blokade orang-orang China di Sungai Mutiara (Zhu Jiang) yang bermuara di Hong Kong.

Pemerintah Inggris pada awal tahun 1840 memutuskan mengirim pasukan ekspedisi ke Hong kong dan sampai di sana pada Juni.[4]

Armada kapal Inggris kemudian mengambil alih Kanton dan berlayar ke Yangtze.

Orang-orang Inggris yang menggunakan senapan musket modern dan meriam berhasil mengalahkan pasukan China dengan mudah.[5]

  • Hong Kong diserahkan kepada Inggris


Pada 20 Februari 1840 Sekretaris Luar Negeri Lord Palmerson menginginkan pada dua wakil berkuasa penuh, yakni Kapten Charles Elliot dan George Elliot, agar mendapatkan paling tidak satu pulau untuk markas dagang di pantai China.

Karena George sakit dan kembali ke Inggris, Chalers menjadi satu-satunya wakil berkuasa penuh.

Charles kemudian bernegosiasi dengan komisaris Qishan. Dia meminta sebuah tempat di mana Inggris bisa menegakkan benderanya dan mengurus dirinya sendiri, layaknya orang Eropa di Macau.

Karena tidak ada persetujuan yang terjadi, Inggris memaksa China dengan cara merampas benteng di pintu masuk Selat Humen tanggal 7 Januari 1841.

Qishan kemudian mewujudkan keinginan Charles dan perundingan diadakan di Chuenpi.

Dia menawarkan Hong Kong atau Kowloon, tetapi tidak untuk keduanya sekaligus.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 Januari: Perang Teluk Persia Dimulai, Pasukan Koalisi Menyerang Irak

Charles memilih Hong Kong dan pada 20 Januari dia mengeluarkan edaran mengenai hasil perundingannya dengan Qishan.

Hasil perundingan itu dikenal sebagai Konvensi Cheunpi dan salah satu pasalnya berisi penyerahan Hong Kong kepada Inggris.

Penyerahan itu ditegaskan kembali dalam Perjanjian Nanking 1842.[6]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa China menyerahkan Hong Kong kepada Inggris
Tanggal 20 Januari 1841
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved