Berbenturan dengan Perda, Pemprov DKI Jakarta Hapuskan Denda Progresif Protokol Kesehatan

Kendati demikian, Riza Patria menegaskan masyarakat tak boleh mengendorkan protokol kesehatan.


zoom-inlihat foto
Wakil-Gubernur-DKI-Jakarta-Ahmad-Riza-Patria-1.jpg
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemprov DKI Jakarta menghapus sanksi berupa denda progresif bagi pelanggar protolol kesehatan di ibu kota.

Kabar ini dibenarkan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Penghapusan denda progresif berlaku setelah diterbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19.

Riza menyatakan penghapusan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan aturan yang ada dalam Peraturan Gubernur (Pergub) dengan Perda yang ada dan berlaku.

"Jadi denda progresif itu di Pergub 79 kenapa dihapuskan? Karena kita keluarkan Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perdanya tidak ada progresif, jadi kita juga tidak ada progresif," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/1/2021), seperti dikutip Kompas.com dari Antara.

Denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan, tertera di dalam Pergub Nomor 101 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Dihapusnya aturan itu karena dalam Perda Nomor 2 Tahun 2020 mengenai penanggulangan COVID-19, tidak mencantumkan denda progresif.

Baca: Turis Asing Ini Dihukum Push Up karena Langgar Protokol Kesehatan saat Liburan ke Bali

Baca: Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi Terkait Polemik Langgar Protokol Kesehatan, Ini Komentar dr. Tirta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Kendati demikian, Riza menegaskan tidak berarti masyarakat bisa untuk tidak disiplin.

"Karenanya ke depan kita akan terus berupaya agar kedisiplinan, ketaatan, kepatuhan masyarakat itu bukan karena peraturan, aparat, atau beratnya sanksi, tapi kami ingin lebih mengajak masyarakat agar kepatuhan dan ketaatan lebih kepada kebutuhan, itu yang kita dorong," ujarnya.

Demi terus menegakkan protokol kesehatan, pihaknya akan gencar turun ke lapangan.





Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved