TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria yang ditangkap karena menjadi perusuh Capitol terungkap mengancam akan menembak anak-anaknya jika mereka menyerahkannya ke FBI atau pihak berwenang manapun, klaim dokumen pengadilan.
Guy Reffitt, dari Wylie, Texas, telah didakwa dengan pelanggaran hukum karena berada di gedung Capitol AS.
Ia juga dikenai dakwaan baru berupa pasal menghalangi keadilan karena mengancam keluarganya untuk mencegah mereka berbicara dengan polisi.
Istri pria berusia 48 tahun itu mengatakan kepada FBI bahwa dia berdebat dengan putra dan putrinya tentang perjalanannya ke Washington DC ketika dia membuat ancaman.
Reffitt disebut berkata, "Jika kamu menyerahkan saya, kamu adalah pengkhianat dan kamu tahu apa yang terjadi pada pengkhianat, pengkhianat akan ditembak!", Fox News melaporkan, dikutip Mirror, Selasa (19/1/2021).
Pernyataan tertulis dari FBI juga mengklaim Reffitt memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis milisi "Texas Freedom Force".
Baca: Terkait Kerusuhan Gedung Capitol, Pendukung Donald Trump Disebut Ingin Bunuh Anggota Parlemen AS
Saat penangkapannya, agen FBI juga menemukan dua senjata api, senapan gaya AR-15 dan pistol Smith & Wesson, milik Reffitt.
Dokumen itu mengatakan ayah dua anak itu diduga memberi tahu keluarganya bahwa dia membawa senjata ke DC selama kerusuhan Capitol.
Putranya mengatakan kepada FBI bahwa ayahnya mengatakan dia pergi ke Capitol untuk melindungi negara dan dia menggunakan istilah "kami" ketika berbicara tentang pergi ke gedung kongres.
Baca: Tentara Terlibat dalam Kerusuhan Gedung Capitol AS, Gunakan Formasi dan Taktik Militer untuk Masuk
Gambar Reffitt menunjukkan dia di kerusuhan mengenakan helm dengan kamera terpasang di atasnya.
Dokumen tersebut juga mengatakan ketika Reffitt kembali ke rumah, dia diduga memberi tahu putranya bahwa dia harus "menghapus semuanya" karena FBI mengawasinya.
Baca: Rawan Blunder, Donald Trump Bungkam dan Sembunyi dari Media Sejak Kerusuhan di Gedung Capitol
Dia juga diklaim telah mengatakan akan "melakukan apa yang harus dia lakukan" jika keluarga melaporkannya ke pihak berwenang, kata dokumen itu.
Ia juga mengklaim bahwa dalam satu insiden putrinya sedang menelepon seorang teman dan dia dikatakan telah mengatakan kepadanya bahwa dia akan "menembakkan peluru" telepon jika dia merekamnya.
Penyelidik mengatakan seseorang bernama "Guy Reffitt" memberikan email dan nomor teleponnya di situs Texas Freedom Force, sebuah kelompok ekstremis yang menurut situsnya berkomitmen untuk melindungi dan memelihara "Hak Texas".
Istri Reffitt dikatakan telah memberi tahu FBI bahwa dia tidak percaya suaminya tidak akan bertindak atas ancamannya.
Perusuh Curi Laptop Ketua DPR AS
Seorang tersangka lainnya juga ditangkap FBI.
FBI menyelidiki kasus hilangnya laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang hilang pada saat terjadi kerusuhan di Gedung Capitol.
Sementara, sebuah rekaman menunjukkan seorang wanita bernama June Williams di dekat kantor Pelosi.
Diberitakan Politico, dia diyakini mencuri laptop dan hard drive.