Merasa Dipojokkan Soal LGBT, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Tak Menghasilkan Uang

Segera dideportasi, Kristen Gray mengaku tak bersalah soal kasus 'overstay' dan bisnisnya dengan visa kunjungan miliknya.


zoom-inlihat foto
Kristen-Gray-dan-Saundra-Michelle-Alexander.jpg
Foto ini diambil dari hasil tangkap layar di Kompas TV
Kristen Gray dan Saundra Michelle Alexander setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Denpasar, Bali, Selasa (19/1/2021) mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.


Jamaruli menyebutkan, Kristen Gray diduga melanggar Pasal 75 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal itu berbunyi, pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya.

Baca: Sempat Geger, WNA Kristen Gray Akan Segera Dideportasi karena Menyalahgunakan Izin di Bali

Baca: 4 Alasan Kristen Gray & Pasangannya Didepak dari Indonesia, Viral Cuitan Ajak ke Bali saat Pandemi

Tak cuma itu, Kristen Gray juga melakukan kegiatan bisnis dengan menjual e-book dan membuka jasa konsultasi wisata.

Ia dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 122 huruh a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal itu berbunyi, setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya.

"Tindak lanjut WN Amerika Serikat Kristen Gray (dan pasangannya) dikenakan tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian atau pengusiran," kata Jamaruli.

Bisnis e-book dan jasa konsultasi

Berdasarkan pemeriksaan, Kristen Gray menjual e-book berjudul Our Bali Life is Yours (Kehidupan Bali Kami adalah Milik Anda).

E-book itu dijual seharga 30 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 422.000.

Tagar Bali menjadi trending topik di Twitter sejak Minggu (17/1/2021) karena ada bule ajak WNA ramai-ramai datang dan menetap ke Bali di tengah pandemi covid-19 tanpa harus membayar pajak.
Tagar Bali menjadi trending topik di Twitter sejak Minggu (17/1/2021) karena ada bule ajak WNA ramai-ramai datang dan menetap ke Bali di tengah pandemi covid-19 tanpa harus membayar pajak. (Twitter/gastricslut)

Sejauh ini, Kristen Gray telah menjual 50 e-book selama berada di Indonesia.

Selain menjual buku, ia juga menawarkan jasa konsultasi terkait cara masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19.

Kristen Gray memasang tarif sebesar 50 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 703.000 untuk 45 menit konsultasi.

Kegiatan itu, kata Jamaruli, membuktikan Gray melakukan aktivitas bisnis selama menetap di Bali.

"Tentunya ada unsur bisnis, untuk membuka e-book dikenakan 30 dolar, kemudian 50 dolar per 45 menit konsultasi, jadi ada unsur bisnisnya," kata Jamaruli.

Jamaruli menjelaskan, salah satu topik yang dibahas dalam e-book tersebut adalah cara masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19.

Baca: #Bali Jadi Trending Topik, Warganet Geram Soal Bule Buat Buku Ajak WNA Hidup Murah di Bali

Baca: Turis Asing Ini Nekat Ajak WNA Tinggal di Bali saat Pandemi Covid-19 dan Langgar Aturan Visa

Gray mengaku bisa memberi kemudahan bagi turis asing yang ingin masuk ke Indonesia, khususnya ke Bali, selama pandemi.

Ia mengaku memiliki agen yang bisa membantu mempermudah urusan tersebut.

"Bahwa yang bersangkutan menawarkan kepada orang asing untuk pindah ke Indonesia saat corona. Itu jelas dituliskan dalam Twitternya dan ada di e-book yang bisa di-download, itu yang dilakukan di sini, dan itu hampir selama satu tahun," kata dia.

Meski begitu, pihak Imigrasi tak bisa mendapatkan e-book itu.

Tautan untuk mengunduh e-book itu telah dihapus.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved